RADAR MALIOBORO - Notasi balok atau kerap juga disebut not balok merupakan bagian yang tak terpisahkan dari musik.
Not balok yaitu tanda untuk mengatur tinggi rendahnya suatu nada yang ditransformasikan ke dalam sebuah gambar.
Not balok sendiri berupa tanda garis, bulatan maupun tanda lainnya.
Sebelum mengupas lebih dalam tentang not balok, yuk kenali dulu, siapa sih pencipta not balok itu, Radar Jogja mengulasnya!
Pencipta Not Balok
Penemu notasi balok atau not balok adalah Guido dari Arezzo.
Guido yang juga dikenal dengan nama Guido Aretinus, diperkirakan lahir pada tahun 991 atau 992 Masehi.
Ia dikenal juga sebagai seseorang yang ahli dalam teori musik.
Namun, beberapa catatan sejarah, mengatakan bahwa Guido berasal dari Italia dan ada juga yang mengatakan Guido berasal dari Perancis.
Jika dilihat berdasarkan karya-karya yang telah diciptakan, penggunaan bahasanya cenderung mengarah ke bahasa Italia.
Guido bukan hanya seorang ahli di teori musik saja, tetapi juga seorang biarawan Benediktin berasal dari Arezo.
Ia belajar di Biara Benediktin atau pada masa itu dikenal dengan nama Pomposa Abbey.
Kecintaannya pada musik , juga ia tuangkan dengan cara mengajar menyanyi.
Guido yang sangat tertarik terhadap dunia musik terus mengembangkan notasi yang ditemukannya, dengan cara latihan mendengar dari setiap nada dan membaca partitur yang sudah ada sebelumnya.
Hingga pada suatu waktu, pada suatu himne untuk santo Yohanes Pembaptis yang cukup terkenal dengan judul Ut queant laxis, Guido membuat sebuah melodi dengan menciptakan 6 not, yaitu ut, re, mi, fa, sol, la.
Keenam not itu diberi nama oleh guido dengan nama hexacord. Dari keenam milik Guido itulah, " solmisasi" modern muncul.
Seiring perkembangan zaman, terjadi perubahan nama pada Not ut yang telah dibuat oleh Guido, not tersebut diganti menjadi kata do.
Adapun kata do terjadi pada sekitar tahun 1.600-an dan diambil dari suku kata kesatu dari nama keluarga "doni".
Pengubah nama not ut ke do ini bernama Giovanni Battista Doni.
Selain itu terdapat penambahan hexachord buatan Guido, yaitu ti akan tetapi, di beberapa negara ada yang mengganti kata ti dengan si.
Hal tersebut dilakukan agar huruf awal tidak mengalami kesamaan, dan seseorang yang mengganti kata ti dengan kata si adalah Sarah Ann Glover.
Sejarah Musik di Indonesia
Menurut ahli sejarah, musik adat adalah musik pertama yang ada di Indonesia.
Musik adat ini sudah ada sejak masa kerajaan Hindu dan Buddha.
Musik adat muncul di Indonesia atau sekita 400 Masehi.
Pada saat itu, musik hanya digunakan untuk keperluan upacara keagamaanatau kegiatan adat.
Musik pada saat itu belum banyak dihasilkan dari alat musik, melainkan banyak suara musik yang dihasilkan dari anggota badan.
Seperti suara tepukan atau suara mulut, dahulunya musik yang berasal dari anggota badan ini diyakini memiliki kekuatan magis.
Namun saat itu ada juga alat musik sederhana yang dibuat dengan bahan alami yang berasal dari alam sekitar, sehingga bentuknya memiliki keberagaman di setiap daerah.
Tetapi seiring berjalannya waktu, ada banyak orang asing yang datang ke Indonesia dan membawa kebudayaan mereka termasuk musik, dengan tujuan berdagang, para pendatang tersebut juga mengenalkan agama hingga budaya ke masyarakat Indonesia.
Baca Juga: My Nerd Girl 3 Tayang 14 Juni 2024: Series Complicated yang Wajib Ditonton di Aplikasi Vidio
Nah..., jadi begitulah artikel mengenai not balok hingga sejarah musik di Indonesia, untuk menghilangkan rasa mood yang kurang bagus ada baiknya kita menghibur diri melalui musik.
Kamu bisa mencoba bermain alat musik atau sekedar mendengarkan musik.
Sebab, mendengarkan musik dapat membuat sistem saraf di otak bekerja aktif
Dengan demikian diharapkan lebih termotivasi dan efektif meningkatkan mood menyelesaikan tugas-tugas.
Gimana sob, apakah sudah mendengarkan musik hari ini?. (Bayu Prambudi Susilo)
Editor : Meitika Candra Lantiva