Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Ternyata Begini Asal Usul Stasiun Solo Jebres, Dibangun Pada Tahun 1883

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 2 Juli 2024 | 14:28 WIB
Stasiun Solo Jebres  (Pemkot Surakarta)
Stasiun Solo Jebres (Pemkot Surakarta)

 RADAR MALIOBORO - Stasiun Solo Jebres dibangun oleh perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS) pada tahun 1883. 

Bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Madiun-Solo. 

Setahun berselang, 24 Mei 1884 jalur kereta api Madiun-Solo berhasil diselesaikan. 

Jalur sepanjang 97 km tersebut menggunakan lebar jalur 1.067 mm. 

Selesainya jalur kereta api Madiun-Solo menandai terhubungnya jalur kereta api Surabaya-Solo.

Pada masa kolonial, Stasiun Solo Jebres digunakan untuk naik-turun pengangkutan penumpang dan komoditas perkebunan. 

Selain itu, Stasiun Solo Jebres juga kerap digunakan oleh keluarga raja Keraton Surakarta guna bepergian ke Batavia maupun Surabaya. 

Pada masa itu disediakan ruang tunggu khusus untuk keluarga raja di stasiun.

Bangunan Stasiun Solo Jebres memiliki beragam ornamen hias antara lain noc acroteric (hiasan puncak atap), cornice, kolom cornithian di area hall, dekorasi lengkung dan segitiga (tympanum) pada jendela dan pintu, serta dekorasi besi tempa bermotif poligonal pada pintu, jendela, dan lubang angin.

 Beragam dekorasi tersebut merujuk pada ciri-ciri bangunan bergaya arsitektur indische yang berkembang di Indonesia pada abad 18-19. 

Pada tahun 1906, bangunan Stasiun Solo Jebres direnovasi dengan tetap mempertahankan konstruksi dan oranamen asli bangunan.

Stasiun Solo Jebres telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Keputusan Walikota Surakarta Nomor: 646/1-R/1/2013 tahun 2013 dan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM. 57/PW 007/MKP/2010 tahun 2010. (iwa) 

***

Sumber: Unit Architecture & Preservation PT Kereta Api Indonesia (Persero)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#surakarta #stasiun kereta api #solo #jebres