Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengungkap Pesona Eksotisme Strelitzia Reginae, Bunga Burung Cenderawasih

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 26 Juli 2024 | 01:37 WIB
Daya Tarik visual dari keindahan Bunga Burung Cenderawasih   (freepik.com)
Daya Tarik visual dari keindahan Bunga Burung Cenderawasih (freepik.com)

RADAR MALIOBORO – Strelitzia Reginae, biasa dikenal dengan Bunga Burung Cenderawasih. Sebuah tanaman yang dulunya tumbuh liar dan berasal dari pantai timur wilayah Afrika Selatan. 

Strelitzia Reginae adalah nama latin dari Bunga Burung Cenderawasih. Istilah “Reginae” sendiri diberikan sebagai bentuk rasa hormat kepada seorang Ratu Inggris sekaligus istri dari Raja George III yang bernama Ratu Charlotte. 

Berasal dari Mecklenburg-Strelitz, membuat tanaman Strelitzia ini mendapatkan nama tambahan yaitu “Reginae”. Dengan demikian, istilah tanaman Strelitzia Reginae tercipta dari sejarah ini. 

Seiring berjalannya waktu, tanaman Strelitzia Reginae mulai menyebar ke berbagai wilayah penjuru dunia. 

Hingga pada akhirnya tanaman ini menjadi salah satu tanaman yang populer di kalangan para pecinta tanaman hias. 

Dengan ukuran yang bisa tumbuh sampai ketinggan 1,5 meter, Strelitzia Reginae dijadikan sebagai bunga potong. 

Dikenal juga sebagai tanaman “Bird of Paradise”, faktanya tanaman ini dapat bertahan secara sempurna di wilayah iklim hangat dengan durasi sepanjang tahun. 

Melalui pertumbuhan yang sempurna, Bunga Burung Cenderawasih memiliki pesona cantik dan menawan. 

Saat bunga mekar pun 3 batang oranye yang berada pada struktur bunga akan mencuat dari spathe.  

Spathe atau bisa disebut seludang bunga merupakan sebuah bunga pelindung yang seringkali menyelubungi bunga majemuk secara keseluruhan saat bunga belum mekar. 

Spathe pada tanaman Strelitzia Reginae berbentuk paruh bunga. Bobot spathe terbilang cukup kuat untuk menopang sejumlah bunga yang ada di dalamnya. 

Baca Juga: Wisata Edukasi Menarik Untuk Si Buah Hati: Menjelajahi Museum Biologi Fakutas Biologi UGM Yogyakarta dan Mengulik Sejarahnya

Proses tumbuhnya spathe juga bersamaan dengan 3 kelopak biru yang berfungsi sebagai penampungan nektar bunga. 

Daya tarik tanaman Strelitzia Reginae berada pada bentuk bunganya yang mekar sempurna. 

Dengan bentuk yang menyerupai burung cenderawasih, banyak pecinta tanaman hias menyukai tanaman ini.

Bagian penting dari kerangka bunga Strelitzia Reginae diantaranya seperti warna hijau dari spathe, perpaduan oranye cerah dari perianth dan pertal biru yang berjumlah 3 buah dengan bentuk seperti paruh serta jambul burung cenderawasih. 

Untuk menanam sebuah Bunga Burung Cenderawasih, butuh waktu 5-7 tahun untuk bisa tumbuh dengan sempurna. 

Bagi para pecinta tanaman hias sangat disarankan untuk membeli tanaman ini dengan usia yang sudah dewasa. 

Biasanya tanaman Strelitzia Reginae bisa tumbuh dengan subur di area paparan sinar matahari yang cukup dengan lingkungan yang hangat pula. Kurang lebih membutuhkan 21-32 derajat celcius di area tersebut. 

Perawatan tanaman ini tentunya harus dijaga dengan kondisi sebagian besar tanaman kering. 

Lebih baik untuk menghindari genangan air yang berisiko pada tanaman. Supaya tanaman tetap subur setiap hari.

Jika tanaman terkena air di bagian akarnya, besar kemungkinan akan mengalami pembusukan yang cepat pada akar tersebut.  

Saat musim berganti dingin, tamanan Strelitzia Reginae dapat ditempatkan di area yang memiliki 10-15 derajat celcius dengan penerangan dari paparan sinar matahari.

Menanam sekalligus merawat Bunga Burung Cenderawasih tentunya akan memperindah halaman rumah sekaligus menjadi salah satu dekorasi tercantik bersama tumbuhnya bunga-bunga yang lain. 

Berbagi penampilan menarik di halaman rumah menjadi salah satu langkah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.  

Penulis : Razmarita Dyasprinasti

Editor : Iwa Ikhwanudin
#cantik #cendrawasih #bunga