Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengungkap 5 Fakta Unik Tentang Wilson’s Bird of Paradise, Eksotisme Burung Cenderawasih Botak di Wilayah Papua Barat

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 13 Agustus 2024 | 13:29 WIB
Pesona menarik dari burung cenderawasih botak sebagai bentuk harta tersembunyi di Papua.  (instagram.com/biologyy.blog)
Pesona menarik dari burung cenderawasih botak sebagai bentuk harta tersembunyi di Papua. (instagram.com/biologyy.blog)

RADAR MALIOBORO – Indonesia dikenal memiliki spesies burung cenderawasih yang beraneka ragam. Ada 30 jenis burung dari 42 jenis yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Meskipun hampir mendominasi jenisnya, rata-rata burung cenderawasih di Indonesia sudah tergolong langka dan terancam mengalami kepunahan.

Burung cenderawasih botak atau biasa dijuluki Wilson’s Bird of Paradise adalah salah satu spesies burung di Papua Barat yang langka.

Berpenampilan eksotis dan juga unik, burung ini menjadi kekayaan hayati yang tersembunyi di Kepulauan Papua.

Berikut 5 fakta unik dari burung cenderawasih botak yang perlu anda ketahui:

1.Karakteristik Fisik Burung Cenderawasih Botak

Burung cenderawasih botak ternyata punya karakteristik yang khas pada fisiknya. Kaki burung memiliki 4 jari dengan posisi 3 jari ke arah depan dan satunya lagi ke belakang. Kaki ini terlihat berwarna biru gelap dengan kombinasi biru pucat di bagian atas kepala. kemudian warna tersebut dibelah oleh garis-garis yang berwarna hitam tipis.

Bagian sekitar mulut berwarna hijau muda dan ekor yang melengkung ke atas. Leher belakang pada burung cenderawasih botak berwarna kuning mencolok sehingga gampang untuk dikenali.

Ditambah juga kombinasi warna merah dan hitam pada sayap semakin membuat burung ini punya rupa unik yang warna warni.

Memiliki tubuh yang berukuran kecil dengan panjang 21 cm saja, burung cenderawasih botak tetap eksotis di kalangan jenis cenderawasih lainnya. Terkhusus burung jantan yang rupa fisiknya lebih menarik ketimbang burung betinanya.

Burung betina cenderung lebih berwarna kecoklatan dengan mahkota biru muda di atas kepalanya. Hal ini menjadikan burung betina punya kesamaan dengan burung hutan lainnya.

2.Habitat Persebaran Spesies Burung

Persebaran spesies burung endemik satu ini hanya bisa didapatkan di dua pulau kecil yaitu di Pulau Wigeo dan Pulau Batanta. Biasanya burung cenderawasih botak hidup di hutan dataran rendah dan area perbukitan.

Area ini memiliki ketinggian mulai dari 300-1.000 m di atas permukaan laut (mdpl). Habitat asli dari munculnya Walson’s Bird of Paradise berada di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.


3.Ritual Tarian Cinta yang Mempesona

Menurut riset Maurits Kafiar, seorang Koordinator Keanekaragaman Hayati Fauna dan Flora International-Indonesia Programme, burung cenderawasih botak sering membersihkan lantai tanah untuk ritual tariannya.

Biasanya satu tempat menari telah dirawat oleh satu ekor burung jantan. Aktivitas ini dilakukan setiap pagi dan sore. Butuh waktu 30 menit burung jantan melakukan aktivitas bersih-bersih.

Kemudian burung jantan beristirahat sambil memanggil si betina. Kebiasaan seperti ini akan terus berlanjut hingga burung betina datang menghampirinya.

Selain itu, burung jantan juga suka menari-nari di batang pohon untuk berkicau memanggil pasangannya. Saat dihampiri pun, mereka akan saling berkejaran di atas pohon. Apalagi si jantan juga melakukan gerakan tarian yang khas sembari mengeluarkan biji buah palem sebagai bentuk ritual memanggil betina.


4.Tingkat Popularitas yang Sudah Menggema Sejak Dulu

Cicinnurus respublica atau burung cenderawasih botak ternyata sudah populer sejak tahun 1873. Terbukti dari dokumentasi spesies seorang peneliti yang bernama Daniel Giraud Elliot. Kemudian dokumentasi tersebut diterbitkan di London dengan tahun yang sama juga.

Dengan demikian, pesona burung cenderawasih botak dapat dikenal hingga sekarang ini. Nama latin Cicinnurus respublica sendiri juga diberikan oleh keponakan Napoleon, Charles Lucien Bonaparte. Beliau adalah seorang idealis republik.

Menariknya lagi istilah “Wilson’s Bird of Paradise” berasal dari nama seorang ahli burung, Edward Wilson. Nama ini juga pemberian oleh Charles Lucien Bonaparte juga.

5.Keberadaan Burung yang Semakin Langka

Sampai sekarang spesies burung cenderawasih botak semakin menurun tingkat populasinya. Banyak aktivitas alihfungsi lahan hutan dan perburuan liar di wilayah Papua. Sehingga hal ini menyebabkan burung semakin langka ditemukan dan hampir terancam punah.

Menjadi salah satu harta yang tersembunyi, spesies burung cenderawasih botak harus dijaga kelestariannya.

Penting bagi kita untuk melakukan upaya konservasi dan menjaga habitat alami agar nantinya generasi penerus tetap akan bisa melihat bentuk rupa yang menawan dari buruh cenderawasih botak.

Penulis: Razmarita Dyasprinasti
(Berbagai Sumber)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#burung cendrawasih #papua #papua barat #burung