RADAR MALIOBORO – Cyanea capillata atau dikenal sebagai ubur-ubur surai singa, sebuah spesies laut terbesar di dunia.
Spesies satu ini terbilang paling mencolok daripada jenis ubur-ubur lainnya. Dalam Bahasa Inggris ubur-ubur surai singa disebut Lion’s Mane Jellyfish.
Ubur-ubur surai singa memiliki ukuran tubuh besar dengan surai panjang yang berwarna. Meski membuat orang takut, nyatanya banyak penyelam yang mengatakan jika ubur-ubur ini menjadi salah satu invertebrata paling cantik.
Berikut 5 fakta menarik dari ubur-ubur surai singa yang harus diketahui:
1.Habitat yang Terbatas
Ubur-ubur surai singa biasanya dapat bertahan hidup di wilayah perairan dingin seperti Atlantik Utara, Samudera Pasifik Utara hingga Samudra Arktik.
Makhluk laut ini jarang sekali menuju ke wilayah selatan dan terbilang tidak suka untuk turun terlalu jauh ke perairan dalam.
Seringkali mereka menampakkan diri ke permukaan dan jarang juga menyelam lebih dalam lagi hingga 20 meter di bawah permukaan laut.
2.Ubur-ubur Terbesar di Dunia
Lion’s Mane Jellyfish memegang gelar sebagai makhluk laut dengan jenis ubur-ubur terbesar di dunia. Ukuran maksimal dari tubuh ubur-ubur surai singa memiliki diameter kisaran 2,5 meter.
Selanjutnya terdapat juga tubuh bagian bawah yang berjumlah delapan klutser dan memiliki kisaran 1200 tentakel jika dihitung secara keseluruhan.
3.Karakteristik Fisik Ubur-ubur Surai Singa
Memiliki variasi warna yang beragam dan tentunya menarik. Namun hal ini juga tergantung dari ukuran tubuhnya.
Warna ubur-ubur kecil pada bagian kepala cenderung terang seperti warna putih, jingga bahkan kuning. Sedangkan versi ubur-ubur besar memiliki warna merah tua dan cenderung kecoklatan.
Mendapat julukan “Surai Singa” dikarenakan Cyanea capillata memiliki rambut panjang yang menjuntai seperti surai dengan bagiah bawah tubuh membentuk lonceng.
Biasanya bagian lonceng cenderung berwarna kuning tua atau kemerahan dan tengahnya lebih tebal. Namun di bagian tepi lonceng warnanya malah lebih tipis.
Ubur-ubur ini memiliki panjang sekitar 1,5 kaki atau 40 cm. Namun hal ini juga dapat bertubuh sampai 6,5 kaki atau kisaran 200 cm.
4.Memiliki Sengatan yang Kuat dan Beracun
Menjadi spesies dengan sengatan yang sangat kuat dan memiliki nematocysts, tak heran jika ubur-ubur surai singa ini dapat melindungi diri sekaligus bisa menangkap mangsa untuk kebutuhan makanan sehari-harinya.
Selain itu, tentakel yang digunakan masih bisa menyengat meski kondisi ubur-ubur sudah mati. Dikutip dari laman LiveScience, ubur-ubur surai singa memiliki banyak tentakel dan mengandung racun.
Hal ini sehubungan dengan peristiwa di New Hampsire di tahun 2010. Sempat menghebohkan karena lebih dari 50 orang tersengat ubur-ubur jenis ini. Kondisi ubur-ubur saat itu telah terbagi menjadi bagian kecil namun masih memiliki efek yang berbahaya.
5.Perkembangan Reproduksi dan Populasi
Spesies ubur-ubur satu ini bereproduksi seksual dengan mengeluarkan sperma dan sel telur. Namun juga bisa akseksual dengan mengkloning dirinya.
Populasi ubur-ubur dapat berkembang banyak jika penangkapan ikan dilakukan secara berlebihan dan juga bisa disebabkan oleh penyesuaian kenaikan temperatur laut.
Ubur-ubur surai singa merupakan spesies luar biasa yang memadukan keindahan dengan efek beracunnya pada sekitar.
Meski banyak yang tertarik karena keunikannya, penting juga penyelam menjaga jarak jika menemukannya di laut.
Penulis: Razmarita Dyasprinasti
(Berbagai Sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin