RADAR MALIOBORO - Panda besar, atau yang lebih dikenal sebagai panda raksasa dalam bahasa Tiongkok (xióng māo), telah menjadi simbol kebudayaan dan keagamaan Tiongkok selama berabad-abad. Meskipun panda besar tidak ada secara nyata, mereka telah menjadi bagian penting dalam mitologi dan sejarah Tiongkok, terutama dalam konteks kepercayaan dan simbolisme.
Pada awalnya, panda besar dianggap sebagai hewan mitologis yang memiliki kekuatan gaib. Mereka dipercaya memiliki kemampuan untuk mengobati penyakit dan memberikan keberuntungan. Dalam mitologi Tiongkok, panda besar sering digambarkan sebagai hewan yang sakti dan bijaksana, yang dapat menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.
Pada masa Dinasti Han (206 SM - 220 M), panda besar mulai muncul dalam karya seni dan literatur Tiongkok. Mereka digambarkan dalam lukisan dan patung sebagai hewan yang kuat dan berwibawa. Pada masa Dinasti Tang (618-907 M), panda besar menjadi simbol kebijaksanaan dan kekuatan.
Panda besar tidak hanya simbol kekuatan dan kebijaksanaan, tetapi juga simbol keharmonisan dan kesetaraan. Mereka digambarkan sebagai hewan yang hidup berdampingan dengan manusia, menunjukkan bahwa bahkan hewan-hewan besar dapat menjadi teman yang setia. Selain itu, warna hitam putih panda sesuai dengan kepercayaan budaya Tiongkok, khususnya kaitannya dengan Taiji Yin dan Yang.
Dalam era modern, panda besar masih dihormati sebagai simbol kebudayaan Tiongkok. Mereka sering digunakan sebagai logo dan simbol untuk kegiatan-kegiatan budaya dan keagamaan. Pada tahun 2010, panda besar dipilih sebagai salah satu dari delapan simbol kebudayaan dunia yang paling berharga oleh UNESCO.
Panda juga merupakan salah satu lambang Tiongkok yang paling dikenal dan digunakan sebagai alat diplomasi. Sejak 1941 hingga 1984, pemerintah Tiongkok menghadiahkan panda ke negara lain. Sejak 1984, panda disewakan dengan biaya 50.000 dolar AS per bulan. Negara yang meminjam panda harus membayar biaya ini untuk keperluan konservasi dan penelitian panda. Selain itu, jika panda memiliki anak selama masa peminjaman, anaknya juga menjadi milik China.
Strategi menyewakan panda telah memberikan hasil positif dalam diplomasi dan dalam meningkatkan kesadaran dan hasil konservasi. Sebagian besar dana yang diperoleh dari skema pinjaman diarahkan untuk perbaikan habitat bambu alami panda dan untuk mendukung program pemulihan yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Geek Fam Makin Kokoh, Dua Player Jadi Sorotan
Panda besar dalam mitologi dan sejarah Tiongkok adalah lebih dari sekadar hewan yang tidak ada secara nyata. Mereka telah menjadi simbol kebudayaan dan keagamaan yang sangat penting, menunjukkan kebijaksanaan, kekuatan, dan keharmonisan. Dengan demikian, panda besar tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari warisan budaya Tiongkok, terus menginspirasi dan menghiasi kehidupan masyarakat Tiongkok hingga hari ini. ***
(Rifqa Fitria Nafisa)
Sumber: Berbagai Sumber