Vice Chief Executive Officer CHRONICS 2024 Yusril Adinata Muda menerangkan, CHRONICS adalah kompetisi produk desain inovatif tingkat Asia yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
"Tahun ini adalah gelaran ke-17 CHRONICS, setiap tahun tema yang diusung berbeda-beda," katanya saat ditemui di Sleman City Hall, Minggu (8/9).
"Tema tahun ini adalah Empowering Self-Reliant Living for The Elderly Through Motor-Assistive Products, atau produk alat bantu bagi lansia," sambungnya.
Ia menyampaikan, pemilihan tema ini didasarkan pada meningkatnya angka populasi orang lansia di Asia Tenggara.
Pada 2015, lansia berusia 65 tahun dan diatasnya naik hingga 55 persen dari seluruh populasi orang lansia di dunia.
Tidak dipungkiri, peningkatan angka ini membawa banyak tantangan bagi orang-orang di sekitar lansia maupun lansia itu sendiri.
"Acapkali lansia kesulitan untuk aktivitas sehari-hari, maupun mobilitas mereka di waktu luang karena pergerakan motoriknya yang tidak sama seperti dahulu," paparnya.
"Banyak inovasi yang dibutuhkan dari generasi muda, untuk memastikan lansia bisa melakukan rutinitas harian secara mandiri, dan tidak selalu bergantung kepada orang lain," imbuhnya.
Lebih lanjut, Yusril merinci bahwa CHRONICS 2024 berhasil menarik partisipasi lomba hingga mencapai 70 lebih pendaftar, yang berasal dari berbagai negara dari Asia, mulai dari Indonesia, Filipina, hingga Singapura.
"Setelah melalui beberapa tahap seleksi, dari up itu akhirnya CHRONICS menyisakan 10 tim yang lolos final stage," bebernya.
10 tim tersebut adalah, Bismillah Aja Dulu, Spark, INVATION, InsyaAllah Win, Starlight, DID-NEEPORT, CHS Team, IDyah, CluESquad, dan juga The Resolvers.
"Rangkaian final stage dilakukan tanggal 5-8 September, puncaknya di SCH ini," ungkapnya.
Perlu diketahui, beberapa produk inovatif yang lolos 10 besar antara lain adalah, alat bantu jalan lansia berupa tongkat, hingga kruk atau walker.
Lalu, beberapa universitas yang lolos tahap final meliputi UGM, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, hingga Universitas Airlangga (Unair).
Ke depannya, Yusril berharap bahwa gelaran CHRONICS bisa terus memberi kontribusi nyata bagi banyak pihak.
Sebab, ide atau tema yang diusung setiap tahunnya juga disesuaikan dengan kebutuhan dinamika industri, sekaligus perkembangan yang ada.
"Kami harap ada inovasi nyata yang dihasilkan dari sini, tidak saja produk inovatif, tapi produk dengan harga ergonomis," harapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta dari Udinus Shofi Qatrunada Qoritsu Nisa menyampaikan, timnya membuat produk alat bantu jalan serupa kruk, yang diberi nama Spark Walking Assistant Device (SWAD).
Disebutkan, fitur atau inovasi yang ada di produk tersebut meliputi beberapa hal.
Mulai dari adanya rem tangan untuk pengguna, ada tempat duduk busa untuk istirahat, hingga ada roda juga yang memudahkan proses saat dipakai.
"Proses pembuatannya sendiri kurang lebih 4 bulan, oleh tim kami yang berjumlah 3 orang," paparnya.
"Selain fitur tadi, ada juga sistem adjust ketinggian menyesuaikan tinggi badan penggunanya," lanjutnya.
Saat dikonfirmasi soal harapannya dalam CHRONICS 2024, ia mengaku mencanangkan target untuk bisa menjadi pemenang. Namun, ia mengaku sudah sangat bangga bisa lolos sampai 10 besar.
"Harapannya tentu jadi juara, tapi bisa lolos 10 besar saja sudah senang sekali. Setelah kompetisi, produk ini akan dipakai untuk tugas akhir, dan kami jadikan jurnal juga," tandasnya.
Editor : Bahana.