Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dua Pendekatan Penting Penelitian Media dan Komunikasi: Analisis Konten vs Analisis Wacana, Apa Bedanya?

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 15 Oktober 2024 | 19:03 WIB
Pendekatan yang relevan dalam penelitian media dan komunikasi.
Pendekatan yang relevan dalam penelitian media dan komunikasi.

RADAR MALIOBORO - Analisis konten dan analisis wacana merupakan dua pendekatan yang relevan dalam penelitian media dan komunikasi.

Masing-masing memiliki tujuan yang berbeda, namun saling melengkapi.

Semula pendekatan yang digunakan dalam analisis konten atau analisis isi adalah pendekatan kuantitatif. Namun, kini sudah banyak penelitian analisis konten dengan pendekatan kualitatif.

Analisis wacana berkembang menjadi analisis wacana kritis, dikenal juga dengan istilah Critical Discourse Analysis (CDA).

Fokus analisis wacana terletak pada aspek linguistik secara murni, sedangkan CDA lebih menekankan pada kajian terkait pertarungan kekuasaan melalui wacana, isu feminisme, dan dominasi kekuasaan politik.

Tujuan

Analisis konten digunakan untuk menemukan pola dalam teks dengan kode dalam teks dengan mengkodekan dan mengkategorikan data menjadi subset tertentu.

Tujuannya untuk mengukur frekuensi atau intensitas elemen tertentu dalam teks, seperti, kata-kata, frasa, atau topik.

Perspektif statistik seringkali juga menggunakan analisis konten untuk menemukan tren dalam media.

Sebaliknya, analisis wacana berfokus pada peran bahasa dan simbol untuk membentuk makna dalam konteks sosial.

Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk menemukan bagaimana wacana menemukan bagaimana wacana tertentu mendominasi, kekuasaan diungkap dalam teks, dan ideologi tertentu muncul.

Wacana bukan hanya sebatas komunikasi verbal, namun sebuah praktik sosial yang membentuk dan dipengaruhi oleh struktur sosial.

Pendekatan Metodologis

Metode yang digunakan dalam Analisis Konten adalah metode yang lebih sistematis dan terorganisir.

Pertama, peneliti mendefinisikan kategori analisis yang jelas dan objektif.

Kemudian, data dimasukkan ke dalam kategori-kategori ini untuk menghasilkan analisis statistik yang dapat dianalisis.

Metode ini memungkinkan peneliti untuk menemukan pola dan tren teks.

Penggunaan Analisis Konten dapat memberikan gambaran umum tentang bagaimana isu atau tema tertentu diliput oleh media secara historis.

Analisis wacana biasanya memerlukan analisis teks secara menyeluruh.

Peneliti menggunakan teori linguistik dan sosial untuk memahami konteks tempat teks dibuat dan bagaimana audiens menerimanya.

Selain itu, intertekstualitas juga dipertimbangkan dalam pendekatan ini.

Maksudnya, terdapat pertimbangan bagaimana cara teks berinteraksi satu sama lain dan membentuk jaringan.

Analisis wacana dapat digunakan dalam media penelitian untuk meneliti bagaimana narasi media membingkai isu-isu sosial, seperti gender, ras, dan politik.

Kedua pendekatan ini sangat penting untuk memahami bagaimana media berfungsi dan mempengaruhi masyarakat, terlebih di era modern yang kompleks.

Tujuan penelitian, jenis data yang dianalisis dan pertanyaan penelitian menentukan metode yang tepat untuk digunakan. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#wacana #Analisis Wacana #Penelitian Media dan Komunikasi #Analisis #Analisis Konten #penelitian #Pendekatan #media #komunikasi #Critical Discourse Analysis #metode