RADAR MALIOBORO - Dongeng tidak hanya bermanfaat sebagai hiburan semata bagi anak.
Namun, juga bisa membantu perkembangan psikis dan moral anak.
Membacakan dongeng tidak hanya diperuntukkan bagi anak usia diatas 5 tahun.
Pasalnya, manfaat membacakan dongeng pada anak sudah bisa diberikan sejak lahir, atau bahkan sejak ada dalam kandungan.
Meski mungkin anak belum memahami semua kata yang diucapkan saat mendongeng, dia bisa memperkaya kosakata dari dongeng yang didengar.
Hal ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk merangsang kemampuan mendengar dan berbicara pada anak.
Antara lain, melatih konsentrasi, mengasah ketajaman memori, mengembangkan kemampuan berbahasa, menumbuhkan minat baca.
Kemudian meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan mendekatkan hubungan emosional guru dan anak didik.
Membacakan dongeng untuk anak menunjang tumbuh kembangnya.
1. Melatih konsentrasi
Saat guru atau orang tua membacakan dongeng kepada anak, perhatian mereka biasanya akan fokus.
Setelah selesai mendongeng, guru atau orang tua akan bertanya lagi kepada anak tentang awal cerita, nama tokoh, dan jalan cerita yang menarik.
Kemudian, anak akan berpikir keras untuk mengingat kembali dongeng yang telah didengar.
Dari hal sederhana inilah konsentrasi anak akan terlatih dan otaknya mampu bekerja lebih aktif.
2. Melatih daya imajinasi
Mendengarkan dongeng juga bisa melatih anak untuk berpikir dan berimajinasi.
Ini tentu sangat baik untuk perkembangan kecerdasan dan kognitif anak selama masa pertumbuhan.
Mengasah ketajaman memori
Tanpa disadari, mendongeng dapat mengasah ketajaman memori anak dengan kebiasaan anak yang sering berlatih mengingat saat mendengarkan dongeng, seperti karakter, alur cerita, tempat, dan semacamnya.
3. Mengembangkan kemampuan verbal
Anak akan mendengar banyak kosakata baru saat dibacakan dongeng.
Dengan demikian, jika dilakukan berulang kali bisa meningkatkan kemampuan bahasa dan kecerdasan pada anak.
Anak yang sering dibacakan dongeng akan memiliki kemampuan interaksi verbal yang bagus, baik dalam tulisan, bacaan, atau ucapan.
Mereka juga diduga bisa memiliki nilai IQ yang tinggi.
Baca Juga: Mengenal Cornish Pasties : Makanan Khas Inggris Yang Mirip Pastel
4. Menumbuhkan minat baca
Jika mendongeng menggunakan buku cerita, berarti anak telah dikenalkan benda bernama buku.
Jika anak merasa tertarik, berarti kita telah menanamkan rasa cinta kepada buku yang kelak bisa menumbuhkan minat baca.
Mendongeng merupakan langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak.
Bermula dari dongeng yang menceritakan kisah-kisah rekaan yang tidak benar terjadi, perlahan anak akan tertarik pada buku-buku lain, seperti sains, agama, sosial, budaya, teknologi, dan lain sebagainya.
5. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis
Anak identik dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
Mereka akan bertanya tentang banyak hal dari cerita yang didengarnya.
Jika anak sering dibacakan dongeng, secara tidak langsung sudah dilatih untuk berpikir kritis.
6. Menjalin kedekatan (bonding)
Mendongeng bermanfaat untuk menjalin kedekatan dan hubungan emosional antara anak dan pendongeng.
Dengan demikian, mendongeng sangat diperlukan bagi guru atau orang tua untuk membangun kedekatan dan hubungan emosional agar semakin terjalin akrab.
7. Menumbuhkan rasa empati
Sebagian besar cerita dongeng melibatkan hubungan sosial di antara para tokohnya.
Oleh karenanya, dengan membacakan dongeng bisa menumbuhkan rasa empati pada anak.
Hal ini tentu akan membantu anak untuk memahami perasaannya sendiri maupun perasaan orang disekitarnya.
Banyak sekali manfaat dari mendongeng bagi anak.
Bahkan bukan hanya anak itu sendiri, melainkan orang di sekitarnya pun turut merasakan manfaatnya. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)
Editor : Meitika Candra Lantiva