RADAR MALIOBORO - Melihat zaman semakin maju dengan kehidupan bermedia sosialnya tak lantas membawa perubahan kehidupan sosial yang lebih baik.
Seringkali kita lihat banyak kalangan, baik itu generasi muda maupun yang tua sama – sama mengikuti perkembangan sosial media, termasuk platform TikTok.
Sebuah aplikasi asal Cina itu memiliki efek yang begitu kuat di Tanah Air semenjak kemunculannya.
Dominasi TikTok dalam media sosial serta banyaknya kemunculan perilaku yang meresahkan masyarakat menjadi isu yang melekat dari aplikasi ini.
Belakangan terdapat sebuah video yang membahas betapa TikTok dinilai berbahaya sampai dijuluki sebagai sarang monyet.
Hal ini diungkapkan oleh seorang Youtuber ternama, Raymond Chin dalam videonya bertajuk “TikTok Sangat BERBAHAYA.”
Video yang diunggah pada 24 Oktober bulan lalu tersebut mengundang banyak perhatian netizen lantaran pembahasan kritis seputar bahayanya TikTok.
Pada intinya, ia menjelaskan aplikasi TikTok sebenarnya sudah dikecam di beberapa negara karena memiliki dampak buruk seperti berpotensi menurunkan tingkat intelektual penggunanya serta mempromosikan propaganda.
Disamping itu, konten – konten edukasi di TikTok terbilang jarang, sehingga ia menghimbau agar tidak terjerumus ke dalam algoritma konten yang berdampak negatif.
Konten TikTok cenderung mengutamakan konten – konten viral yang sifatnya menghibur atau entertainment daripada substansi pendidikan.
Akibatnya, ini menarik pengguna dengan latar belakang pendidikan rendah untuk termakan informasi yang beredar secara emosional.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehat Ini Bisa Cegah Demensia di Usia Lanjut
Rentannya para pengguna seperti ini yang dapat menimbulkan huru – hara serta menurunnya diskusi interaktif yang sehat dan rasional karena sudah termakan emosi.
Masyarakat kita juga berkontribusi dalam memilih konten – konten yang tersedia.
Hanya saja, apa yang dikhawatirkan adalah kebanyakan orang memilih untuk mengonsumsi konten – konten non-pendidikan serta konten viral yang cukup untuk membuat suasana hati terhibur.
Dari sinilah pengikisan akan kecerdasan dan keterampilan berpikir kritis mereka diuji.
Potensi bahaya ini yang seharusnya kita cegah sejak dini.
Dampak dari perilaku konsumtif akan konten – konten TikTok yang negatif dinilai membawa ancaman kesehatan mental dan stress terutama untuk kalangan remaja.
Pada akhir video, dia mengingatkan pentingnya berhati – hati untuk mengurangi dampak tersebut.
Hingga kini, kontennya telah ditonton sebanyak 1,3 juta kali oleh warganet dan mendapat sekitar 10 ribu komentar.
Mayoritas setuju dengan isi konten yang dibahas, membayangkan betapa banyaknya pengguna TikTok yang dianggap keterbelakangan dalam hal berpikir.
Bahaya TikTok ini masih menuai kontroversi di antara masyarakat. (Muhammad Malik Nadzif)
Editor : Meitika Candra Lantiva