RADAR MALIOBORO - Kalau warna hijau bisa dihasilkan dari dedaunan dan warna cokelat dari kayu, lantas warna biru dihasilkan dari mana?
Apakah warna biru dari langit? Ternyata bahan utama justru dari batu.
Warna biru, khususnya yang terbuat dari batu lapis lazuli, memiliki sejarah yang kaya dan pernah dianggap sebagai salah satu batu termahal di dunia.
Lapis lazuli adalah batu metamorfik berwarna biru yang terdiri dari mineral lazurite, pyrite, dan calcite.
Batu ini telah ditambang selama lebih dari 7.000 tahun di daerah Sar-e-Sang, Afghanistan.
Daerah tersebut menjadi salah satu sumber batu permata tertua di dunia.
Meski batu ini juga ditemukan di negara lain, seperti Chili dan Rusia, kualitas terbaik biasanya berasal dari Afghanistan.
Selama berabad-abad, lapis lazuli menjadi komoditas perdagangan yang sangat berharga.
Kapal dagang membawa lapis lazuli dari Timur ke Eropa.
Harganya setara dengan rempah-rempah dan logam mulia. Keberadaan lapis lazuli di makam-makam kerajaan menunjukkan betapa berharganya batu ini bagi masyarakat kuno.
Sejak zaman kuno, lapis lazuli telah digunakan sebagai bahan untuk perhiasan dan dekorasi.
Lapis lazuli terkenal dengan warna biru loyal yang dalam dan kaya. Kerap dihiasi dengan bintik-bintik emas dari inklusi pirit.
Keindahan visual ini menjadikannya pilihan populer untuk perhiasan dan seni.
Di Mesir Kuno, lapis lazuli digunakan dalam pembuatan amulet, ornamen, dan kosmetik (eyeshadow) oleh Cleopatra.
Selain itu, lapisan ini juga pernah digunakan untuk membuat jimat dan topeng kematian, seperti topeng Tutankhamun.
Dalam hal ini, lapis lazuli tidak hanya berfungsi sebagai barang estetik tetapi juga memiliki makna spiritual dan simbolis.
Warna biru kerap diasosiasikan dengan kedamaian, kepercayaan, dan kebijaksanaan. Dalam banyak budaya, biru melambangkan langit dan laut.
Menciptakan perasaan ketenangan dan kebebasan.
Lapis lazuli juga dianggap membawa kedamaian emosional dan spiritualitas.
Dalam tradisi spiritual, batu ini dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan dan perlindungan.
Lapis ini juga digunakan untuk membuat pigmen ultramarine yang menjadi salah satu pigmen termahal pada abad pertengahan dan Renaissance.
Pigmen ini kerap digunakan dalam seni untuk melukis langit dan jubah suci, seperti pada lukisan Virgin Mary.
Karena proses pengolahan yang rumit dan kelangkaan bahan baku, ultramarine menjadi simbol kekayaan dan status.
Proses penggilingan dan pencucian yang panjang untuk menghasilkan pigmen ini membuatnya sangat berharga.
Sekitar 10 kali lebih mahal dibanding batu asalnya.
Sebanding dengan harga emas. Pigmen ini juga pernah digunakan untuk melukis karya religius, seperti jubah Bunda Maria, pada zaman Renaissance.
Inilah yang menyebabkan seniman zaman dahulu sangat irit dalam menggunakan warna biru di lukisannya.
Batu lapis lazuli lebih dihargai dibanding batu permata lainnya karena kombinasi keindahan visualnya, kelangkaan sumbernya, proses pembuatan pigmen yang rumit, makna budaya yang mendalam dan sejarah panjang penggunaannya dalam peradaban.
Semua faktor ini menjadikannya salah satu batu permata paling dihargai di dunia. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)
Editor : Meitika Candra Lantiva