RADAR MALIOBORO - Rekrutmen karyawan merupakan suatu proses dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan karyawan dengan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan (Rumangkit, 2018).
Menurut Magano (2020), gen Z lahir pada tahun 1995 sampai 2010.
Gen Z merupakan kelompok yang terbiasa dengan dunia teknologi atau disebut dengan digital natives (Bennett Sue, 2019).
Sedangkan menurut Jayatissa (2023) gen Z yang tumbuh dalam era digital memiliki banyak keunggulan, antara lain mudah beradaptasi dengan teknologi, keterbukaan terhadap inovasi dan multitasking.
Gen Z telah akrab dengan teknologi, namun mereka kurang memiliki kemampuan bersosialisasi sebagai dampak dari pandemi Covid-19.
Gen Z juga terkenal sebagai generasi yang memiliki attitude kurang baik, kurangnya pengalaman bekerja, management waktu dan perlunya kemampuan untuk menghadapi tekanan.
Terdapat beberapa elemen penting untuk mempengaruhi gen Z melamar pekerjaan, yaitu daya tarik, kompensasi dan tempat kerja.
Gen Z sangat erat dengan media sosial. Media sosial menjadi media untuk preferensi sosial dan sangat penting untuk perkembangan karir.
Gen Z telah dicatat menjadi salah satu indikator pada proses rekrutmen calon karyawan (Hardiansyah, 2023).
Oleh karena itu media sosial digunakan menjadi salah satu media untuk publikasi rekrutmen pegawai.
E-recruitment dapat menarik calon pegawai karena dapat menghemat anggaran, efektivitas administrasi, fleksibel karena dapat menjangkau lebih banyak calon pegawai yang berkualitas dan dapat diandalkan.
Beberapa tahapan seleksi harus dilakukan oleh perusahaan dalam melaksanakan rekrutmen untuk mendapatkan gen Z yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tahapan rekrutmen perlu mencakup kepribadian, kemampuan dan cara berpikir gen Z.
Dalam salah satu tahapan rekrutmen tersebut perlu mengandung studi kasus yang harus diselesaiakan oleh calon karyawan.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan calon karyawan dalam menghadapi suatu masalah terkait tugas dari pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan.
Media sosial digunakan antara lain untuk media berinteraksi, berbagi informasi, bekerja sama secara digital dalam membangun hubungan sosial (Nasrullah, 2015).
Informasi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan optimalisasi saat rekrutmen perusahaan berjalan.
Perusahaan dapat melakukan evaluasi dan melihat kehidupan sosial berdasarkan profil dan konten media calon karyawan yang telah melamar pekerjaan.
Selain itu, media sosial sangat membantu untuk mengetahui personal branding calon karyawan, apakah calon karyawan tersebut mampu mengelola personal branding dengan baik sehingga menampilkan nilai-nilai yang diinginkan oleh perusahaan atau tidak.
Hal ini dapat menjadi penentu dalam mempengaruhi keputusan rekrutmen bagi sebagaian perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.
Dalam proses rekrutmen karyawan perlu adanya penjelasan terkait budaya perusahaan yang nantinya akan membantu perusahaan dalam membentuk sikap gen Z yang sesuai dengan budaya perusahaan.
Perlu diingat bahwa gen Z merupakan generasi yang tidak menyukai hierarki yang kaku, hal ini berbanding terbalik dengan generasi sebelumnya yang masih mempertimbangkan hierarki.
Perusahaan juga perlu mengadakan suatu tantangan atau pelatihan supaya tidak timbul rasa jenuh dalam bekerja dan membantu meningkatakan kinerja perusahaan.
Hal penting lainnya perusahaan perlu memberikan feedback atas pencapaian karyawan sebagai hasil kinerjanya.
Referensi
Bennett, S. (2019). Digital Natives In Measuring the Digital Transformation. OECD. 82-83.
Hardiansyah, R., Danial, R. D. M., & Nurmala, R. (2023).
Efektivitas E-Recruitment dan Media Sosial Dalam Meningkatkan Minat Pelamar Kerja Generasi Z. COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting. 7(1): 682-691.
Jayatissa, K. A. D. U. (2023). Generation Z – A New Lifeline: A Systematic Literature Review. Sri Lanka Journal of Social Science and Humanities. 3(2): 179-186.
Magono, J., Silva, C., Figueiredo, C., Victoria, A., Nogueira, T., & Dinis, M. A. P. (2020). Generation Z: Fitting project management soft skills competencies A mixed-method approach. Education Sciences. 10(7): 1-24.
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Rumangkit S., & Aditiya, M. D. (2018). Minat Generasi Z pada Penggunaan E-Rekrutmen. Seminar Nasional Teknologi dan Bisnis. 1: 46-50. (Safira/Mahasiswa MM UST Yogyakarta)