Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kembali Mengenal Tingkatan dalam Bahasa Jawa di Tengah Krisis Identitas Budaya Generasi Muda

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 10 Januari 2025 | 18:52 WIB
Belajar berbahasa jawa halus.
Belajar berbahasa jawa halus.

RADAR MALIOBORO - Banyak masyarakat, terutama generasi muda lebih memilih menggunakan bahasa nasional atau bahkan bahasa internasional dalam komunikasi sehari-hari.

Penggunaan kedua bahasa tersebut dianggap lebih sederhana, mudah dipahami, dan lebih bergengsi.

Di era modern, bahasa daerah seperti Bahasa Jawa menghadapi berbagai tantangan signifikan akibat kemajuan teknologi dan pengaruh budaya global.

Bahasa Jawa sendiri memiliki tiga tingkatan. Yaitu, bahasa ngoko, bahasa madya, dan bahasa krama, yang masing-masing memiliki aturan dan konteks penggunaan yang berbeda.

Banyak anak muda merasa kesulitan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa Jawa, terutama bahasa krama, sehingga penggunaannya semakin berkurang.

Berikut penjelasan dari ketiga tingkatan dalam bahasa Jawa.

Ngoko

Ngoko adalah tingkatan bahasa Jawa paling rendah dan digunakan dalam sistem informal.

Tingkat ini cocok untuk bercerita dengan teman sebaya, orang yang lebih muda, atau dalam konteks yang akrab. Jawa ngoko terbagi menjadi dua kategori; ngoko lugu dan ngoko alus.

Madya

Madya menjadi tingkat tutur yang berbeda di tengah antara ngoko dan krama.

Mencerminkan sikap sopan, tetapi tidak terlalu formal.

Biasanya digunakan dalam interaksi sehari-hari dengan orang-orang yang perlu dihormati, tetapi tidak terlalu jauh jarak sosialnya, seperti dengan teman sekelas atau rekan kerja.

Krama

Tingkatan bahasa Jawa ini menjadi tingkat yang lebih tinggi dan digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau memiliki status sosial lebih tinggi. Jawa krama terbagi menjadi dua kategori; krama inggil dan krama madya.

Contoh kosakata tingkatan bahasa Jawa dalam bahasa Indonesia - Jawa Ngoko - Jawa Krama

Saya - aku - kula
Kamu - kowe - panjenengan
Dia - dheweke - piyambakipun
Kami - awake dhewe - kita
Makan - mangan - dhahar
Ini - iki - menika
Sama - podo -sami
Jangan - ojo - ampun
Betul - bener - leres
Mau - gelem - kersa
Belum - durung -dereng
Baik - apik - sae
Banyak - akeh - kathah
Dikit - sitik - sekedik
Bisa - iso - saget

 

Adapun penggunaan Jawa madya menyesuaikan dengan konteks. Ada kalanya menggunakan seperti ngoko atau krama.

Penggunaan bahasa Jawa dengan benar sangat bergantung pada konteks sosial dan hubungan antara penutur dan lawan bicara.

Memahami perbedaan antara ngoko, madya, dan krama sangat penting untuk berkomunikasi secara efektif dan menunjukkan rasa hormat sesuai dengan norma budaya Jawa.

Komunikasi demikian mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bahasa Krama #bahasa ngoko #Tingkatan dalam Bahasa Jawa #bahasa madya #Mengenal #budaya #generasi muda #Krisis Identitas #bahasa jawa