Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kolonialisme Sampah dan Wacana Penghentian Impor Sampah Indonesia

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 16 Januari 2025 | 17:23 WIB
Kolonialisme sampah meneybabkan kerusakan lingkungan dan ancaman kesehatan.
Kolonialisme sampah meneybabkan kerusakan lingkungan dan ancaman kesehatan.

RADAR MALIOBORO - Jika kita mendengar kata kolonialisme tentu akan terbayang invasi negara ke suatu wilayah dengan menggunakan kekuatan militer.

Akan tetapi, saat ini, ada istilah baru untuk kolonialisme, yaitu kolonialisme sampah.

Kolonialisasi sampah merupakan tindakan negara maju yang mengirimkan sampah ke negara berkembang dengan dalih daur ulang.

Sampah yang dikirimkan umumnya jenis plastik dan di daur ulang di dalam negeri menjadi produk plastik.

Alih-alih didaur ulang, sampah yang diimpor lebih sering dibakar dan menimbulkan masalah lingkungan di negara tujuan.

Mirisnya, Indonesia masuk ke dalam 10 negara dengan impor sampah terbanyak di dunia.

Indonesia mengimpor 252 ribu ton sampah pada tahun 2023 dengan belanda sebagai eksportir sampah terbanyak.

Belanda tercatat mengekspor 119,5 ribu ton sampah tahun lalu.

Kolonialisasi sampah memberikan dampak negatif negara importir, sampah impor dapat membuat kerusakan lingkungan dan mengancam keanekaragaman hayati.

Pembakaran sampah juga menimbulkan emisi dioksin yang meningkatkan resiko penyakit pernapasan dan kanker.

Indonesia berhenti Impor Sampah di Tahun 2025


Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan, wacana penghentian Impor sampah di Indonesia pada tahun 2025.

Pernyataan ini Hanif sampaikan pada bulan November 2024.

Hanif mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu menerima impor sampah plastik karena tempat pembuangan sampah di Indonesia telah menyediakan bahan baku sampah daur ulang yang melimpah.

Masyarakat ataupun industri yang bergerak di bidang daur ulang harus memilah sampah plastik yang ada.

Wacana penghentian impor sampah menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penuhnya TPA di beberapa wilayah indonesia.

Saat ini, Indonesia memiliki 550 TPA dengan 306 TPA terancam ditutup akibat overload.

Selain penghentian impor plastik, edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) juga harus digalakkan agar pengelolaan sampah di Indonesia semakin Optimal. (Sulthan Zidan)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Hanif Faisol Nurofiq #wacana #menteri lingkungan hidup #plastik #daur ulang #dampak negatif #Kolonialisasi sampah #kolonialisme #sampah #eropa #Eropa eksportir sampah di Indonesia #Penghentian Impor Sampah di Indonesia