Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada mahasiswa mengenai manajemen bencana dan gawat darurat. Serta meningkatkan keterampilan mereka dalam situasi kritis.
Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 dengan sambutan dari dosen pembimbing lapangan, Ririn Zuhairini, S.Kep., Ns., M.NSc.
Pada kesempatan tersebut, Ririn menjelaskan pentingnya pengetahuan tentang penanganan bencana dalam praktik keperawatan.
Ia menekankan bahwa sebagai tenaga kesehatan, mahasiswa perlu siap menghadapi berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi di lapangan.
Sementara itu perwakilan dari BPBD Bantul memberikan presentasi mengenai peran dan fungsi lembaga tersebut dalam penanganan bencana.
Pada kesempatan tersebut dijelaskan prosedur evakuasi, manajemen gawat darurat, serta tantangan yang sering dihadapi dalam situasi bencana.
Diskusi ini sangat menarik perhatian mahasiswa, yang aktif bertanya mengenai pengalaman nyata yang dialami oleh petugas BPBD.
Selanjutnya, mahasiswa diajak untuk mengunjungi berbagai fasilitas yang ada di BPBD.
Mereka melihat langsung ruang pusat informasi bencana dan peralatan yang ada pada setiap bidang.
Dalam kunjungan ini, petugas BPBD juga melakukan demonstrasi penggunaan peralatan penanganan bencana, memberikan wawasan praktis yang sangat berharga bagi mahasiswa.
Puncak kegiatan adalah simulasi penanganan gawat darurat, di mana mahasiswa berlatih teknik dasar resusitasi dan penanganan trauma.
Simulasi ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang bagaimana cara merespons situasi darurat dengan cepat dan tepat.
Setelah simulasi, sesi tanya jawab diadakan, di mana mahasiswa memiliki kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut dengan staf BPBD.
Mereka menanyakan berbagai hal, mulai dari prosedur penanganan hingga pengalaman pribadi petugas dalam menangani bencana.
Kegiatan fieldtrip ditutup dengan kesimpulan dari dosen pembimbing yang mengapresiasi partisipasi aktif mahasiswa dan kerjasama yang baik dari BPBD Bantul.
Ia berharap, pengalaman ini dapat mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi situasi darurat di masa depan dan meningkatkan keterampilan mereka dalam memberikan perawatan yang tepat.
Fieldtrip ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat pentingnya kolaborasi antara tenaga medis dan lembaga penanggulangan bencana.
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi secara efektif dalam penanganan bencana di masyarakat.
Kegiatan ini diakhiri dengan dokumentasi berupa foto-foto dan video yang akan disimpan sebagai arsip kegiatan Program Studi Keperawatan Anestesiologi, sebagai pengingat akan pengalaman berharga yang telah didapatkan.
Editor : Bahana.