JOGJA - Minat siswa kelas 6 Madrasah Mu'allimmat Muhammadiyah Jogja lanjut kuliah tinggi. Tak hanya perguruan tinggi dalam negeri banyak pula yang mencari informasi kuliah di luar negeri.
Seperti gelaran career day yang digelar madrasah pada Kamis (30/1) pun disambut antusias siswa. Menghadirkan 18 perguruan tinggi serta konsultan pendidikan. "Carrer day ini memberikan wawasan awal untuk siswi kelas 6 (setara dengan kelas 12 di sekolah umum) mencari informasi studi lanjut, sehingga profesi dan karirnya bisa dirumuskan," kata anggota Badan Pelaksana Harian Madrasah Mu'alimmin dan Mu'allimmat Muhammadiyah Jogja Amika Wardana.
Menurut dia, hampir semua alumni Madrasah Mu'allimmat Muhammadiyah Jogja melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan. Untuk bidang pendidikan, karena perempuan rerata mengambil jurusan pendidikan, kesehatan dan sosial ekonomi. "Hanya sedikit yang mengambil jurusan teknik, hard science," ungkapnya.
Untuk kampusnya, mayoritas masih di dalam negeri. Meski sudah ada beberapa juga yang melanjutkan ke luar negeri. Dia mencontohkan seperti ke Al Azhar di Kairo Mesir atau ke kampus di Tiongkok. Diakuinya , kendala belum banyak alumni yang kuliah di luar negeri terkait dengan ijazah yang belum tentu diterima secara internasional.
Tapi Madrasah Mu'allimmat Muhammadiyah Jogja pun sudah mempersiapkan membekali siswinya dengan persiapan kuliah ke luar negeri. Di antaranya dengan mengadopsi kurikulum internasional Cambridge. Termasuk dalam ujiannya. "Sehingga alumni dengan ijazah dan sertifikat Cambridge bisa mendaftar ke kampus-kampus internasional," jelasnya.
Direktur Madrasah Mu'allimmat Muhammadiyah Jogja Unik Rasyidah menambahkan, untuk membekali siswi yang berminat lanjut kuliah ke luar negeri juga melibatkan alumni. Di antaranya dengan mendatangkan alumni yang sudah menyelesaikan kuliah di luar negeri untuk berbagi pengalaman. Mereka pula yang akan menjadi jaringan dan membantu mahasiswi baru alumni Madrasah Mu'allimmat yang kuliah di luar negeri.
Untuk tujuannya kebanyakan masih ke Universitas Al Azhar di Kairo Mesir, serta beberapa ada yang di Tiongkok, Taiwan dan Hongkong. "Memang belum banyak, tapi paling tidak lebih dari 10 alumni yang melanjutkan kuliah ke luar negeri setiap tahunnya," jelas dia.
Editor : Heru Pratomo