RADAR MALIOBORO - Data dari Portal Data Pendidikan menyuguhkan fakta bahwa angka siswa putus sekolah tingkat SD/MI/Sederajat di Indonesia tahun 2023 masih cukup tinggi di beberapa provinsi.
Menurut dataset yang dirilis oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi yang diunggah pada 22 Agustus 2024, Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah siswa putus sekolah tertinggi, sementara D.I. Yogyakarta mencatat angka terendah.
Jawa Barat mencatat total 5.080 siswa putus sekolah, dengan jumlah tertinggi terjadi di Tingkat I (Kelas 1) sebanyak 3.633 siswa. Sumatera Utara menyusul dengan 3.509 siswa, disusul Jawa Timur sebanyak 2.579 siswa. Sebaliknya, D.I. Yogyakarta hanya mencatat 43 siswa putus sekolah di semua tingkatan.
Berdasarkan data, tingkat siswa putus sekolah paling rawan menampilkan ialah Tingkat I (Kelas 1), terlihat dari tingginya angka putus sekolah di awal jenjang pendidikan dasar. Misalnya, di Jawa Barat dan Sumatera Utara, lebih dari 60% kasus putus sekolah terjadi pada tingkat ini.
Dataset ini dapat diakses secara publik dan tersedia dalam format XLSX dan CSV, serta diperbarui secara tahunan. Masyarakat dapat mengakses data lengkapnya melalui situs [data.dikdasmen.go.id](https://data.dikdasmen.go.id/dataset).
Upaya Pencegahan Diperlukan
Tingginya angka putus sekolah menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan pusat untuk melakukan evaluasi dan intervensi kebijakan. Fokus pada pendidikan usia dini, dukungan ekonomi, serta penguatan peran guru dan orang tua menjadi penting untuk menekan angka ini.
(Umi Jari Widayah)
Editor : Iwa Ikhwanudin