RADAR MALIOBORO - TikTok kembali dipenuhi video-video kreatif yang menggambarkan dinamika hubungan percintaan.
kali ini dengan sentuhan kritik sosial.
Tren bertajuk "percakapan pasangan dengan kesenjangan sosial" menyajikan potret jujur dan terkadang menyakitkan tentang realita hubungan lintas kelas ekonomi.
Video-video yang mengikuti tren ini menampilkan dua karakter pasangan dengan latar belakang berbeda.
Dalam format singkat dan dialog sederhana, perbedaan gaya hidup, penghasilan, hingga cara berpikir disorot secara satir.
Misalnya seperti dalam video TikTok @hansenvendiagus14, saat sang pria baru membalas chat pasangannya karena pergi membeli gayung untuk mandi, lalu pasangannya menjawab "hah gayung itu apa?"
Video yang kini telah ditonton lebih dari 2,1 juta kali tersebut dikomentari dengan berbagai contoh percakapan lainnya oleh netizen.
Realita yang Terwakilkan Lewat Candaan
Tren ini menggugah banyak orang karena terasa begitu dekat.
Banyak warganet merasa bahwa percakapan dalam video-video itu adalah cerminan hubungan mereka sendiri.
“Kadang kita lupa, cinta nggak cukup kalau visi hidupnya beda jauh,” tulis seorang pengguna di kolom komentar.
Tak sedikit pula yang menjadikan tren ini sebagai bahan refleksi antara menyadari realita atau tetap bertahan demi cinta.
Beberapa kreator bahkan menambahkan ending dengan kutipan motivasi atau ajakan untuk saling memahami dan bertumbuh bersama.
Psikolog: Ini Cara Baru Masyarakat Menyuarakan Realita
Psikolog Klinis dan Hubungan, Nita Ramadhani, menyebut tren ini sebagai “satir relasi” yang efektif menyampaikan keresahan sosial.
“Generasi muda menggunakan humor sebagai saluran untuk mengungkapkan keresahan yang sulit dibicarakan langsung. Lewat tren ini, muncul kesadaran bahwa cinta tidak berdiri sendiri, ada nilai ekonomi, gaya hidup, dan visi masa depan yang ikut berperan,” jelasnya.
Kreator Dukung Dengan Cerita Nyata
Beberapa kreator TikTok bahkan menyelipkan kisah pribadi dalam tren ini.
Salah satunya adalah akun @nadiacuan yang viral setelah membagikan cerita perjuangannya bersama pacar yang dulu hanya bekerja serabutan, namun kini sukses membuka bisnis bersama.
“Dulu cuma bisa kasih gorengan, sekarang udah bisa ngajak dinner. Semua dimulai dari komunikasi yang jujur,” tulisnya.
Tren ‘kesenjangan sosial dalam hubungan’ di TikTok bukan sekadar hiburan.
Tetapi juga menjadi ruang digital untuk bercermin, berdiskusi, dan mungkin memaafkan kenyataan.
Karena di balik setiap candaan, tersimpan harapan agar cinta bisa tetap tumbuh, meski dari dunia yang berbeda. (Muhammad Taufik)
Editor : Meitika Candra Lantiva