Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pentingnya Membaca Buku untuk Mengasah Otak: Tak Tergantikan Konten Visual

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 2 Juli 2025 | 22:36 WIB
Membaca buku dan manfaat luar biasa.
Membaca buku dan manfaat luar biasa.

RADAR MALIOBORO - Di era digital ini, konsumsi konten visual seperti TikTok dan film memang menawarkan hiburan dan informasi instan.

Namun, menurut filsuf Karlina Supelli, aktivitas pasif ini tidak dapat menggantikan peran krusial membaca buku dalam melatih ketajaman berpikir.

Supelli menegaskan bahwa membaca buku adalah proses aktif yang menuntut otak untuk "berdialog" secara mendalam.

Berbeda dengan konten singkat yang cenderung diterima mentah-mentah, membaca buku memaksa kita untuk berpikir, menafsirkan, mempertanyakan, dan menghubungkan ide-ide dengan pengalaman pribadi.

Proses ini secara langsung melatih konsentrasi, memperkaya kosakata, dan memperdalam pemahaman.

Saat membaca, otak bekerja keras menyusun makna, mengaitkan berbagai gagasan, bahkan membentuk pandangan kritis.

Latihan mental intensif semacam ini, kata Supelli, tidak bisa diberikan oleh konsumsi visual yang cepat, dangkal, dan seringkali hanya mengandalkan emosi sesaat.

"Baca buku itu tidak bisa ganti dengan TikTok dan nonton film," ungkap Karlina Supelli. "Karena kerja otak hanya bisa dilatih menjadi tajam kalau otak itu berdialog (yaitu dengan baca buku)."

Dengan demikian, membaca buku bukan sekadar mengikuti tren, melainkan cara paling fundamental untuk merawat dan mengasah pikiran.

Meskipun TikTok dan film dapat menghibur dan menginspirasi, buku memiliki kekuatan unik untuk membentuk cara berpikir kita, sesuatu yang jauh lebih berharga dalam jangka panjang. (Oktavian Marionoven L)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Buku untuk Mengasah Otak #melatih konsentrasi #Pentingnya Membaca Buku #mengasah otak #era digital #membaca buku #Konten Visual #filsuf Karlina Supelli