Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kreatif! Kolaborasi UNEJ dan Dasawisma Sedap Malam, Sulap Tanaman Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Bahana. • Jumat, 8 Agustus 2025 | 18:36 WIB

LP2M Universitas Jember (UNEJ)  menginiasi kelompok Dasawisma “Sedap Malam” di Desa Purwomarto Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
LP2M Universitas Jember (UNEJ) menginiasi kelompok Dasawisma “Sedap Malam” di Desa Purwomarto Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
BANTUL –  Lembaga Penilitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember (UNEJ) berhasil menginiasi kelompok Dasawisma “Sedap Malam” di Desa Purwomarto Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta membuat produksi kreatif, yakni mensulap tanaman lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

Terhadap krativitas ini, tanaman bunga portulaca, alang-alang, cantel, teki-tekian, legetan dan lantana camara ini dapat diolah menjadi bagian dari program edukatif, dan bernilai ekonomi tinggi melalui transformasi etnobotani menjadi herbarium edukatif.

Melalui pelatihan pembuatan herbarium ini, kelompok Dasawisma “Sedap Malam” yang mayoritas anggotanya ibu rumah tangga, pedagang, dan pensiunan, diajak untuk mengenali kembali warisan pengetahuan leluhur mengenai pemanfaatan tumbuhan.

Bukan sekedar pelengkap hiasan di rumah, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Hibah Desa Asal yang didanai oleh LP2M Universitas Jember (UNEJ) tanaman seperti bunga Portulaca, Alang-alang, Cantel, Teki-tekian, Legetan dan Lantana Camara ini dapat diolah menjadi bagian dari program edukatif dan bernilai ekonomi tinggi melalui transformasi etnobotani menjadi herbarium edukatif.

Pelatihan ini disampaikan oleh tim pengabdian yang terdiri dari Naomi Dias Laksita Dewi sebagai ketua pengabdian, Trapsila Siwi Hutami dan Muhammad Burhanuddin Irsyadi sebagai anggota tim. Pelaksanaan pengabdian ini dibantu oleh mahasiswa PGSD yaitu Nurrul Asma’ul Octavia dan Hollanda Evita Naya serta Khoirul Anam, mahasiswa pertanian UNEJ.

Salah seorang anggota tim, Trapsila Siwi Hutami menuturkan, transformasi etnobotani merupakan inovasi berbasis kearifan lokal yang tidak hanya berkontribusi pada pelestarian budaya, tapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Kegiatan ini tidak sekadar menempel daun dan bunga kering atau menuang resin, tapi ibu-ibu dalam kelompok dasawisma ini, kami ajak untuk memahami manfaat tanaman, kemudian cara mengolahnya menjadi berbagai produk herbarium, seperti gantungan kunci, serta aneka macam hiasan sebagai asesoris hantaran pernikahan,” tuturnya. 

Dikatakan, Desa Purwomarton. Sedayu, Bantul, memiliki potensi kekayaan alam yang mengesankan, utamanya tanaman-tanaman lokal.

Namun, tanaman-tanaman lokal tersebut belum dimanfaatkan sepenuhnya, sebagai akibat kurangnya keterampilan dan informasi oleh masyarakat setempat.

Photo
Photo
“Nah, program herbarium yang bersifat edukatif ini hadir berfungsi sebagai penghubung antara pengetahuan ilmiah, tradisi, dan penguatan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Anggota tim pengabdian yang lain dengan bidang pertanian, Muhammad Burhanuddin Irsyadi menyampaikan harapannya agar apa yang telah dilakukan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, sehingga masyarakat yang sudah mendapat pelatihan  tersebut, mampu mengkreasikan berbagai tanaman kering menjadi produk bernilai guna.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Pengabdian, Naomi Dias Laksita Dewi menegaskan, pelatihan yang dilakukan ini, tidak hanya menawarkan ilmu, tapi juga memberikan fasilitas berupa alat bantu pembuatan herbarium, dan pendampingan jangka pendek.

"Oleh kami (tim pengabdian), kelompok dasawisma ini diberikan pelatihan untuk menciptakan produk edukatif, dan komersial yang berlandaskan pada tanaman local,” ujarnya.

Kegiatan pendampingan tersebut berlangsung sejak Juli kemarin, dan akan dimonitoring hingga September nanti. Dari hasil kerja sama ini diharapkan agar Desa Purwomarto dapat terkenal sebagai desa etnobotani yang mampu mempromosikan tanaman lokal sebagai sumber pendidikan dan keuntungan ekonomi.

“Inisiatif sederhana dari para anggota dasawisma yang menunjukkan keberanian untuk "level up", tanpa meninggalkan kearifan lokal yang mengakar di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Ketua Dasawisma “Sedap Malam” Desa Purwomarto, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Hardaniyati mengakui keberhasilan pendampingan oleh tim LP2M UNEJ ini.

“Pengabdian ini merupakan bukti konkret dari peran perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat desa menuju kemandirian dan kesejahteraan,” ungkapnya.

Sebagai bukti hasil dari pengabdian tersebut, dirinya beserta para anggota dasawiswa telah mendapat keterampilan lebih, dimana bisa memproduksi tanaman lokal menjadi karya yang bernilai ekonomis.

“Produk kreasi ini dapat berfungsi sebagai cenderamata yang mendidik, sarana belajar untuk anak-anak, serta produk usaha desa yang memiliki nilai jual yang tinggi,” tegas Hardaniyati. (*/jko)

 

Editor : Bahana.
#unej #LP2M #yogyakarta #diy