RADAR MALIOBORO - Di era teknologi yang sangat canggih, AI sudah makin berkembang dan banyak digunakan di kalangan anak muda terutama Gen Z.
Salah satu AI yang terkenal adalah Chat GPT yang biasanya digunakan untuk membantu mereka dalam mengerjakan tugas, proyek, atau pun jawaban yang ingin mereka ketahui.
Selain membantu menyelesaikan tugas, bagi Gen Z Chat GPT menjadi salah satu AI yang digunakan untuk curhat atau teman bicara.
Belakangan ini fenomena tersebut menjadi perbincangan, terlebih saat ini di media sosial viral seorang wanita yang menyukai psikiaternya sendiri, dan ia berbagi hal tersebut kepada Chat GPT itu.
Baca Juga: Motorola edge 60 pro, Inovasi AI di Smartphone Makin Relevan dengan Gaya Hidup Serb Cepat
Penggunaan Chat GPT lebih diminati karena AI tersebut sangat mudah digunakan, tidak membutuhkan biaya, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Tidak hanya itu, tanggapan AI tersebut yang membuat Gen Z merasa tenang. Beberapa reaksi netizen yang cukup relate bahwa mereka senang curhat dengan Chat GPT.
“Karna logis, ku ga di hakimi, dan vibenya positive dan berusaha memahami,” kata akun Bale di Tiktok.
“Beneran lama-lama manusia tergantikan oleh robot, temenan sama robot aja asik keknya,” kata user Bollumatcha di X.
Walaupun tanggapan yang diberikan AI memberikan ketenangan, namun AI tersebut memiliki dampak yang buruk dalam merespon,.
Misalnya Chat GPT akan selalu berpihak pada anda apapun yang anda rasakan, mereka akan memvalidasi hal tersebut baik itu sebenarnya salah atau pun benar.
Tidak hanya itu Chat GPT juga membawa resiko negatif bagi penggunanya.
Dampak negatif dari curhat kepada Chat GPT tersebut berupa data privasi yang mungkin bisa tersebar, kemungkinan jawaban yang diberikan tidak akurat atau kurang memuaskan karena memiliki data yang cukup besar.
Dapak ke psikologis, membuat diri menjadi anti sosial, sulit terbuka dengan orang lain, dan dampak buruk lainnya.
Penggunaan curhat pada Chat GPT ini diperbolehkan, namun sebaiknya kita mengetahui batasannya, tidak mengirimkan hal pribadi seperti email atau nomor Hp pada Chat GPT.
Di bandingkan Chat GPT, mungkin seseorang yang lebih profesional seperti psikiater akan lebih membantu anda. (Safira Ratih Nadayu)
Editor : Meitika Candra Lantiva