Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bumi Watu Obong Hadirkan Identitas Gunungkidul di Malam Puncak UNISA Culture Show

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 23 September 2025 | 02:26 WIB
Ilustrasi Pertunjukan Bumi Watu Obong di Malam Puncak UNISA Culture Show.
Ilustrasi Pertunjukan Bumi Watu Obong di Malam Puncak UNISA Culture Show.

RADAR MALIOBORO – Malam puncak Masa Ta’aruf (MATAF) Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta ditutup dengan semarak Unisa Culture Show, pada Sabtu (20/9/2025) malam. Dari sejumlah penampilan yang hadir, drama musikal Bumi Watu Obong menjadi sorotan utama ribuan mahasiswa baru.

Sebelum pementasan, Sekretaris Dinas Pariwisata Sleman, Erny Maryatun, menyampaikan sambutan. Ia mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru dari 34 provinsi di Indonesia, sekaligus berpesan agar mereka menjadi generasi penerus yang membawa nama baik kampus dan daerah.

“Selamat datang di Jogja, khususnya Sleman. Kalian adalah calon pemimpin bangsa, niatkan dari sekarang untuk menjadi mahasiswa yang juara. Kami mengapresiasi acara budaya ini karena sejalan dengan nilai-nilai Yogyakarta. Semoga mahasiswa dapat menjadi cendekiawan dan agen perubahan yang menjunjung tinggi moralitas serta nilai keislaman yang berkemajuan,” katanya, Sabtu (20/9/2025) malam.

Drama musikal Bumi Watu Obong yang dipersembahkan Taman Budaya Gunungkidul bersama Loka Art Studio mengangkat identitas masyarakat Gunungkidul yang hidup di wilayah berbatu kapur.

Pertunjukan berdurasi sekitar 30 menit itu mengangkat ketangguhan, kemandirian, dan semangat hidup masyarakat setempat dituturkan lewat perpaduan tari kerakyatan, musik, dan teater.

Nuansa sejarah pendiri Kabupaten Gunungkidul turut memperkuat cerita, menjadikan pertunjukan ini bukan hanya hiburan, melainkan juga sarana edukasi budaya.

Koordinator sie acara, Abdul Muhaimin, menyebut penampilan budaya dipilih agar mahasiswa baru merasa lebih dekat satu sama lain.

“Harapannya tidak ada lagi yang merasa kesepian. Dengan budaya kita tunjukkan bahwa UNISA adalah rumah bersama bagi mahasiswa dari berbagai daerah,” ujarnya Sabtu (20/9/2025) malam.

Ketua MATAF UNISA 2025, M. Revco Refliyani, menambahkan bahwa tema tahun ini, Membentuk Unisa muda tangguh, berintegritas, berkarya, dan berdampak, sejalan dengan pesan budaya yang diangkat. Ia berharap keberagaman mahasiswa menjadi kekuatan untuk belajar dan berkarya bersama.

Pementasan Bumi Watu Obong menutup malam budaya dengan kesan mendalam, sekaligus menjadi simbol semangat mahasiswa baru UNISA dalam menapaki perjalanan akademik dengan nilai budaya yang mengakar kuat.

(Silvia Oktaviani, Dela Apriyanti)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#unisa #mahasiswa baru #Universitas Aisyiyah Yogyakarta #masa taaruf