Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Wamen Komdigi Nezar Patria Resmikan UGM AI Center of Excellence, Dorong Penguatan Ekonomi Digital

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 15 November 2025 | 22:42 WIB
Wamen Komdigi Nezar Patria meresmikan AI Center of Excellence di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (15/11/2025).
Wamen Komdigi Nezar Patria meresmikan AI Center of Excellence di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (15/11/2025).

SLEMAN – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria meresmikan AI Center of Excellence di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (15/11/2025). Peluncuran yang berlangsung di Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM ini disebut sebagai langkah kolaborasi penting untuk memperkuat lanskap transformasi digital dan ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Nezar Patria menyatakan bahwa pembentukan pusat AI ini adalah bentuk kolaborasi stakeholder di dunia pengembangan Artificial Intelligence (AI). Kolaborasi ini, menurutnya, melibatkan unsur-unsur utama seperti dunia industri, dunia kampus terutama riset, sama dengan stakeholder yang lain. 

Dalam kesempatan tersebut, Nezar juga memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada Telkom yang telah mendukung terwujudnya AI Center of Excellence di UGM.

Ia berharap UGM AI Center of Excellence dapat berfungsi sebagai pusat untuk pembelajaran AI, riset, dan menciptakan inovasi-inovasi. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan solusi-solusi yang berbasis artificial intelligence untuk mengatasi sejumlah persoalan-persoalan yang kita hadapi hari ini.

Lebih lanjut, Wamen Komdigi menekankan pentingnya kolaborasi ini diperluas untuk "Memperkuat lanskap transformasi digital kita dan memperkuat ekosistem untuk pembangunan ekonomi digital kita ke depan," kata Nezar. 

Nezar menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai negara paling penting di Asia Tenggara saat ini dengan populasi yang terbesar dan potensi yang luar biasa untuk pengembangan AI serta pertumbuhan ekonomi digital.

Ia memaparkan proyeksi bahwa Indonesia diharapkan berkontribusi sekitar 366 miliar dolar di tahun 2030 untuk ekonomi digital di kawasan. Angka ini, menurutnya, merupakan 40% dari total potensi ekonomi digital Asia Tenggara yang diprediksi mencapai 1 triliun dolar pada 2030.

"Di sinilah arti penting AI Center of Excellence untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital ini nantinya," tegas Nezar.

Menanggapi pertanyaan mengenai regulasi untuk mencegah penyalahgunaan AI, Nezar Patria menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan dua dokumen penting. "Kita sedang menyiapkan Peta Jalan Nasional Pengembangan Artificial Intelligence. Bersama juga dengan Etika Artificial Intelligence " ujarnya. 

Kedua dokumen ini, lanjutnya, sedang dalam proses untuk menjadi Peraturan Presiden. Saat ini, prosesnya berada di Kementerian Hukum, sedang harmonisasi, sebelum dilanjutkan ke Sekretariat Negara untuk ditandatangani oleh Presiden.

Direktur IT Digital PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Faizal Rochmad Djoemadi, memaparkan peran strategis kolaborasi industri dan akademisi dalam peluncuran AI Center of Excellence di UGM. 

Menurut Faizal, kerja sama ini adalah momentum untuk menggabungkan dua kekuatan yang berbeda namun saling melengkapi, yang ia sebut sebagai hulunisasi dan hilirisasi inovasi.

Faizal menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan Telkom sebagai industri bersifat hilirisasi. "Inovasinya Telkom itu innovation yang sifatnya go to market," ujarnya. 

Inovasi tersebut, lanjutnya, adalah yang nantinya menghasilkan revenue atau bisnis.

Di sisi lain, Faizal mengakui ada hal yang industri tidak mampu lakukan, yakni hulunisasi inovasi. 

Ia mendefinisikan hulunisasi sebagai inovasi yang bersifat fundamental atau backward.

"Inovasi yang sifatnya panjang, waktunya lama, biayanya besar," jelas Faizal, seraya menambahkan bahwa ini melibatkan basic pengetahuan-pengetahuan dasar dan riset-riset dasar.

"Maka dunia perguruan tinggi ini sangat penting," tegasnya.

Faizal meyakini, AI Center of Excellence ini menjadi wadah ideal untuk sinergi tersebut. "Hulunisasi inovasi di perguruan tinggi, hilirisasi inovasi di industri," paparnya.

Ia optimis jika kedua entitas ini dapat berkolaborasi, maka ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

"Masing-masing punya kekuatan dan kekuatan ini kalau digabungkan akan menjadi, magic will happen," imbuhnya.

Faizal menambahkan, UGM dipilih sebagai mitra strategis karena statusnya sebagai kampus yang termasuk kampus tertua di Indonesia dan memiliki banyak sekali inovasi.

"Kami melihatnya, wah ini kalau ini (inovasi UGM) bisa kita bawa ke market, ini akan menjadi sesuatu," katanya.

Sementara itu, Rektor UGM Prof Ova Emilia mengatakan kolaborasi tersebut bakal menjadi kekuatan ekosistem inovasi kampus dan percepatan hilirisasi riset berbasis kecerdasan buatan.

Ova menyebut AI Center of Excellence di UGM bakal menjadi wadah link and match antara industri dan dunia pendidikan.

"Ini menjadi suatu hub link and match antara industri dan dunia kampus yang tentunya akan menjadi suatu ekosistem besar untuk mempercepat apa yang sudah kita lakukan," ujar Ova. (iwa) 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#artificial intelligence #NEZAR Patria #Wamen Komdigi Nezar Patria #kolaborasi #Wamen Komdigi #universitas gadjah mada