JOGJA— Sebagai persiapan menjelang Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD)pada 12-14 Februari 2026 mendatang di Makassar, Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY akan menyelenggarakan OlympiadeAD Sekolah/Madrasah Muhammadiyah ke-VIII Tingkat (Wilayah) DIY pada 22-23 November 2025 nanti.
Dengan diikuti sebanyak 1.681 peserta hasil seleksi tingkat daerah mulai dari kepala sekolah, guru, dan siswa sekolah/madrasah Muhammadiyah di seluruh jenjang pendidikan. Selain Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY terdapat penyelenggara lain yang turut membantu yakni BKS SD-SMA Se-DIY dan menunjuk panitia lokal. Pada juri melibatkan pihak internal Muhammadiyah, para guru terpilih, para instruktur, pimpinan ortom Muhammadiyah, MMTC, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Vokasi Seni dan Budaya, BBMP DIY, PTMA (UAD, UNY, UMY, dan UNISA).
Dr. Sarjilah, M.Pd. selaku ketua panitia tingkat wilayah kepada awak media di Kantor PWM DIY Kamis (20/11) menyampaikan, “Dengan kolaborasi itu kita ingin menciptakan atmosfer akademis untuk DIY di mana kita tahu barometer kemajuan pendidikan di Indonesia ini sangat ditentukan bagaimana Yogyakarta mewarnai kemajuan pendidikan di Indonesia.”
Dalam OlympicAD ini juga menjalin kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan, UPT Kemendikdasmen, para Kepala Dinas Kabupaten-Kota, Balai Dikmen, dan Kepala Dinas Dikpora DIY.
“Ada hal-hal strategis karena pendidikan itu tidak bisa dilaksanakan sendiri secara parsial oleh Muhammadiyah dan juga pendidikan itu adalah tanggung jawab bersama,” tambah Sarjilah.
Terdapat 27 cabang yang akan dilombakan dan tersentral di lima lokasi berbeda di antaranya SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam bidang akademik dengan olimpiade mata pelajaran (matematika, fisika, kimia, biologi, IPA, ekonomi, astronomi, kebumian, dan informatika). Lalu lomba bersifat keislaman SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta yakni ismu in Arabic, ismu in English, story telling, da’wah digital, news reading in English.
Kemudian, pada SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta lomba tilawatil Qur’an, fahmil Qur’an, Hifdzil Qur’an, dan kaligrafi. Pada bidang seni terdapat pada SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dengan ajang perlombaan e-sport (Mobile Legends), robotic, film indie, dan musikalisasi puisi. Terakhir pada UAD Kampus 1B berupa business plan, karya tulis ilmiah, desain poster serta lomba best practice pengelolaan sekolah yang ditujukan pada peserta kepala sekolah dan lomba inovasi pembelajaran yang ditujukan pada guru.
OlympicAD ini bukan hanya sekedar ajang perlombaan tetapi, bagian dari tradisi besar dalam sejarah Muhammadiyah dengan tujuan memperkuat silahturahmi antarsekolah/madrasah Muhammadiyah, meningkatkan semangat berprestasi di bidang akademik, seni, olahraga dan keislaman serta menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat.
“OlympicAD merupakan tradisi besar yang diwariskan para pendahulu Muhammadiyah (dengan) semangat berkompetisi yang berdasarkan nilai-nilai perjuangan harus menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta. Begitu pula nilai etika kejujuran dan sportivitas demi membangun persaingan yang sehat,” ujar Achmad Muhamad,M.Ag. selaku Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY.
Dengan semangat unggul dan berkemajua, OlympicAD DIY ini nmenjadi momentum penting dalam membina talenta terbaik Muhammadiyah dan mengantarkan Yogyakarta tampil optimal di OlympicAD nasional 2026 mendatang.
“Harapannya dengan Olympiade Ahmad Dahlan ini nanti yang ke-delapan di Makassar ini nanti akan tumbuh kader-kader unggul yang siap nanti untuk meneruskan perjuangan dan juga untuk bisa meneruskan prestasi-prestasi yang terpilih di tingkat nasional,” pesan Sarjilah.
(Bernadeta Ivana)
Editor : Heru Pratomo