Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kolaborasi Riset Sawit Kampus-Industri Kunci Sukses Keberlanjutan Perkebunan

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 26 November 2025 | 22:23 WIB

Rektor INSTIPER Harsawardana (tengah).
Rektor INSTIPER Harsawardana (tengah).

 

JOGJA – Rektor Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, Dr Ir Harsawardana MEng menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri dalam menghadapi tantangan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.

Hal ini disampaikannya dalam acara media gathering di Sleman (26/11/2025).

Harsawardana menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial tidak hanya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja, tetapi juga dalam aspek riset.

Baca Juga: Pentingnya Keselamatan Bangunan Melalui Peraturan dan Pengawasan Berkualitas

"Perguruan tinggi harus berperan dalam menghasilkan inovasi dan SDM yang mampu mengelola perkebunan secara berkelanjutan," katanya.

Rektor INSTIPER menyoroti bahwa industri sawit dihadapkan pada isu-isu kompleks, mulai dari produktivitas lahan, hama dan penyakit, hingga tuntutan sertifikasi minyak sawit berkelanjutan (Sustainable Palm Oil).

Riset yang dilakukan oleh kampus-kampus seperti INSTIPER harus fokus pada solusi praktis, misalnya pengembangan varietas unggul, teknik kultur jaringan yang efisien, dan manajemen lahan gambut yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Ibu dan Janin. Lima Buah yang Perlu Dihindari Selama Kehamilan

Untuk memastikan relevansi dan dampak riset, Harsawardana mendorong agar kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa dengan perusahaan perkebunan terus diperkuat.

"Sistem link and match bukan hanya sekadar magang, tapi benar-benar menyelaraskan kurikulum dan arah penelitian dengan kebutuhan riil di lapangan," tegasnya.

Ia berharap, hasil riset di kampus dapat langsung diimplementasikan oleh industri untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

Baca Juga: Asal Usul Klepon, Jajanan Pasar yang Dikenal Hingga Mancanegara

Kolaborasi ini juga menjadi jaminan bagi lulusan untuk memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri 5.0.

Harsawardana optimistis bahwa dengan komitmen bersama, sektor perkebunan Indonesia, terutama sawit, akan mampu menghadapi tantangan global dan terus menjadi pilar ekonomi nasional yang kuat.

Instiper Jogja berdiri pada 1958, dan pada 10 Desember 2025 berulang tahun ke-67. 

Dies kali ini mengangkat temas besar: transformasi di bidang pendidikan. Kurikulum dan metode pembelajaran. Sesuai perubahan dalam entitas pendidikan dan industri.

Perubahan yang terjadi pada generasi Z yang membutuhkan pembelajaran adaptif, modular, dan fleksibel. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Instiper cetak SDM Perkebunan #Instiper #Instiper Jogja