Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

PGRI Jateng Menolak Kembalinya Sekolah Enam Hari

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 26 November 2025 | 22:39 WIB
Ilustrasi kegiatan literasi di SMAN Colomadu, Karanganyar (foto: jawapos)
Ilustrasi kegiatan literasi di SMAN Colomadu, Karanganyar (foto: jawapos)

RADAR MALIOBORO – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah mengekspresikan penolakan yang tegas terhadap rencana penerapan kembali sistem sekolah enam hari untuk jenjang SMA/SMK. PGRI berpendapat bahwa sistem lima hari sekolah yang saat ini diterapkan telah memenuhi kebutuhan pendidikan siswa, orang tua, dan guru.

Ketua PGRI Jateng, Muhdi, menilai wacana ini sebagai suatu kemunduran. Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah mengubah sistem dari enam hari menjadi lima hari berdasarkan pertimbangan yang matang, terutama untuk mendukung waktu berkualitas anak bersama keluarga.

Alasan Penolakan PGRI Jateng

PGRI Jateng menyoroti beberapa alasan mendasar atas penolakan ini, antara lain:
1. Sistem Lima Hari Sudah Memadai: Kebijakan lima hari dinilai ideal untuk mendukung kebutuhan pendidikan semua pihak, termasuk siswa dan orang tua.
2. Waktu untuk Keluarga: Sistem ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk menikmati dua hari libur, yang penting untuk sosialisasi dan interaksi dengan keluarga serta masyarakat.
3. Pengembangan Diri Guru: Waktu bebas yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh guru untuk meningkatkan kualitas profesionalisme mereka.

PGRI Jateng juga menekankan beberapa dampak negatif yang mungkin timbul jika sekolah enam hari diterapkan, seperti:
• Beban Fisik dan Mental: Meningkatnya risiko kelelahan pada siswa akibat penambahan hari belajar.
• Berkurangnya Waktu untuk Pengembangan Diri: Siswa akan kehilangan waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler atau hobi yang dapat mengembangkan soft skills mereka.
• Ketidakadilan terhadap Guru: Kebijakan ini juga dipandang tidak adil bagi guru, terutama yang berasal dari daerah luar kota.

PGRI Jateng mendesak pemerintah untuk tidak terburu-buru dalam mengubah kebijakan pendidikan hanya berdasarkan pertimbangan sementara. Muhdi menegaskan bahwa PGRI siap berkontribusi dengan masukan yang konstruktif dan berharap dapat terlibat dalam diskusi mengenai wacana ini.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih melakukan kajian terperinci terkait wacana sekolah enam hari untuk SMA/SMK. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, mengungkapkan bahwa kajian ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan pakar pendidikan, serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang khawatir akan meningkatnya ketergantungan anak pada teknologi.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Enam #menolak #jateng #pgri #sekolah #hari