Atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 13 Yogyakarta kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Kompetisi KKO yang digelar di berbagai venue di Kabupaten Kulon Progo.
Pada kejuaraan tersebut, kontingen SMPN 13 berhasil mengumpulkan 25 medali emas, 6 perak, dan 7 perunggu dari total 15 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Cabang yang diikuti meliputi sepak bola, voli indoor, voli pasir, sepak takraw, atletik, tenis meja, karate, dan sejumlah cabang lainnya.
Hampir seluruh cabang berhasil menyumbang medali, kecuali bola basket yang menjadi satu-satunya nomor tanpa raihan bagi SMPN 13.
Kepala SMPN 13 Yogyakarta, Abdurahman, menyebut pencapaian tahun ini melampaui target sekolah.
“Target kami hanya sembilan belas medali emas. Tahun lalu dapat delapan belas. Alhamdulillah sekarang menjadi dua puluh lima,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil pembinaan terstruktur yang dilakukan sekolah. Siswa KKO menjalani latihan sejak pukul 06.00 setiap Selasa hingga Kamis sebelum memulai pembelajaran pukul 08.15. Menjelang kompetisi, latihan dilakukan hampir setiap hari.
“Kami berikan pembinaan intensif. Selama persiapan lomba, siswa tidak diperbolehkan mendapat tugas agar fokus. Kalau ada ulangan bisa susulan,” jelasnya. Kebijakan itu telah disepakati seluruh guru sebagai bentuk dukungan terhadap siswa yang membawa nama baik sekolah.
Abdurahman menambahkan, regenerasi atlet terus dilakukan dengan melibatkan siswa kelas VII dan VIII di berbagai cabang, termasuk sebagai pemain cadangan, agar mereka mulai mengenal suasana kompetisi.
Meski meraih perolehan medali yang tinggi, pihak sekolah tetap mengevaluasi cabang yang belum maksimal, terutama bola basket yang belum menyumbang medali.
“Ini menjadi perhatian kami untuk pembinaan ke depan,” ujarnya.
Dengan raihan 25 emas tersebut, SMPN 13 Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah dengan tradisi olahraga kuat sekaligus memperkokoh kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap program KKO yang dijalankan sekolah tersebut.
(Lourenso Aditya)
Editor : Heru Pratomo