Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Diakui Menteri hingga Lahirkan Pahlawan Nasional, Mu'allimin Teguh Cetak Kader Berakhlak dan Beriman

Heru Pratomo • Senin, 8 Desember 2025 | 05:02 WIB
Milad ke 107 Madrasah Mu
Milad ke 107 Madrasah Mu

 

BANTUL - Nama besar Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta sudah sejak lama dikenal hingga penjuru tanah air. Hal itu diakui oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni. Yang sempat akan disekolahkan ke Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta.

"Cuma karena kakak sudah dulu di ponpes Darul Arqom Muhammadiyah Garut, akhirnya orang tua menyekolahkan saya ke Garut, tapi saya dulu calon santri Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta," katanya dalam Milad Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah ke-107, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu (7/12).

Pengetahuan terkait Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta karena pria asal Pekanbaru, Riau ini merupakan kader tulen Muhammadiyah. Bahkan dia mengklaim, mungkin jadi satu-satunya kader Muhammadiyah yang lahir di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). 

Karena saat dia dilahirkan, ayahnya yang aktivis Muhammadiyah yang juga seorang guru SMP tinggal di gubuk di sebelah sekolah. Yang kini bangunan tersebut menjadi kantor PWM Riau. Saat dia kecil, banyak tamu atau anggota keluarganya yang merupakan alumni atau masih bersekolah di Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta.

"Jadi dari kecil sudah tahu Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta apalagi pendirinya KHA Dahlan," tuturnya.

Bukan hanya itu yang membuatnya terngiang dengan Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah Yogyakarta. Perjuangan KHA Dahlan saat itu yang berani melawan zaman bahkan dicap kafir yang membuatnya terkesan. Dia mengisahkan perjuangan KHA Dahlan yang melawan dikotomi pendidikan agama dan nonagama. Belum lagi dengan pemikiran progresif yang santrinya sudah memakai pakaian modern yang dikombinasikan dengan pakaian Jawa saat itu. Hingga memakai papan tulis.

"Saat itu KHA Dahlan dikafirkan dengan hadits barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari kaum tersebut," tuturnya. "Tapi KHA Dahlan jalan terus dan terbukti saat ini Muhammadiyah jadi cahaya pembaharuan mendobrak kejumudan."

Kepada para santri, Raja Juli pun berpesan dengan masifnya perkembangan teknologi saat ini.Menurutnya, kini masyarakat lebih sering mencari jawaban dari mesin pencari atau kecerdasan buatan dibanding bertanya kepada ulama, kiai, atau forum keagamaan resmi.

“Kebenaran tidak lagi diperdebatkan melalui forum Tarjih, yang memperdebatkan membawa kitab membandingkan satu pendapat dengan pendapat lain," kata dia.

Baca Juga: Honda ADV160 Jelajah Misteri, Astra Motor Yogyakarta Ajak Komunitas Honda ADV Jelajah Lokasi Ikonik Yogyakarta

Sedang Direktur Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta Dr. Mhd. Lailan Arqam, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya menyebut, Madrasah Mu'alimin Yogyakarta bukan sekadar sekolah biasa tapi juga mencetak kader bangsa. Hal itu dibuktikan dengan tiga mantan direktur madrasah yang didirikan pada 1918 silam tersebut adalah pahlawan nasional. 

"Asrama menjadi saksi langkah para mujahid, cendekia hingga pejuang bangsa dan agama," ungkapnya.

Milad ke-107, lanjut dia, menjadi bukti nyata keteguhan tekad, hingga kesabaran meneladani perjuangan KHA Dahlanmenjadi pelopor pendidikan modern Islam di Indonesia.

"Tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual tapi juga teguh akhlak dan imannya," jelas dia.

Editor : Heru Pratomo
#Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta #raja juli antoni #pahlawan nasional #menteri kehutanan #muhammadiyah