Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

SMK Binatama Kombinasikan Pendidikan Kesehatan dan Budaya di Hari Jadi ke-13

Magang Radar Malioboro • Kamis, 18 Desember 2025 | 02:50 WIB
Pembukaan Tema BASWARA, SMK Kesehatan Binatama Rayakan HUT 13, Rabu (17/12). 2. Stan SMK Kesehatan Binatama nuansa kebudayaan.
Pembukaan Tema BASWARA, SMK Kesehatan Binatama Rayakan HUT 13, Rabu (17/12). 2. Stan SMK Kesehatan Binatama nuansa kebudayaan.

 

 

SMK Kesehatan Binatama Usung Tema Baswara (Budaya Asli Warisan Nusantara dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13, Rabu (17/12). Acara ini menjadi tonggak penting dalam dedikasi sekolah terhadap pendidikan kesehatan dan pengembangan karakter berbasis budaya.

Rangkaian kegiatan HUT tahun ini juga diwarnai dengan aksi nyata pengabdian Masyarakat, meliputi posyandu lansia berupa pelayanan Kesehatan dan pemeriksaan bagi warga lanjut usia sekitar dan pembagian sayur hasil kebun sekolah. 


“Tema Baswara tahun ini kami pilih untuk menanamkan nilai-nilai luhur budaya Nusantara pada generasi muda, seiring dengan kompetensi Kesehatan yang mereka pelajari. Dengan posyandu dan Binatama Berbagi, kami ingin menunjukkan bahwa sekolah Adalah bagian integral dari Masyarakat yang siap berkolaborasi,” ungkap kepala sekolah SMK Kesehatan Binatama Nuri Hastuti.
 
Baca Juga: Program IAS Terampil Batch 2 Buka Peluang Kerja di Sektor Aviasi
 
Ia menambahkan pada acara ini juga hadir Nihonggo Partner yakni kerja sama sekolah dengan warga asli Jepang dalam aspek edukasi berbagai budaya lintas negara. Kemudian juga ada sebanyak 10 booth Expo Proyek Kokukuler yang menampilkan hasil karya dan inovasi siswa selama satu semester.
 
Dari Pameran ini diharapkan siswa tidak hanya kompeten di bidna gkesehatan, tetapi juga inovatif dan berjiwa wirausaha. Adapun projek yang dipamerkan meliputi Produk Inovasi Herbal yakni produk Kesehatan berbasis bahan alami yang dikembangkan oleh murid dengan memanfaatkan tanaman dari kebun herbal sekolah. 
 
Baca Juga: Mahasiswa Fotografi ISI Yogyakarta Gelar Pameran Fresh Graduate di Pekan Fotografi Sewon #18
 
“Kemudian juga ada NP atau Nihongo Pater, yaitu pertukaran, kalau dibilang guru bukan ya. Kayak warga Jepang yang berbagi budaya di sini, nanti membantu anak-anak kita ketika mereka nanti berkarir ke Jepang. Kemudian ekspo hari ini itu mengangkat tentang kearifan lokal, dimana anak-anak selain mengambil bahan dari lingkungan sekolah, tanaman herbal yang ada, mereka juga mengolah sampah dari anorganik maupun anorganik sehingga anak-anak punya tanggung jawab terhadap lingkungan,” papar Nuri.
 
Oktavia Putri Ayu, Siswi kelas 11 keperawatan 2, bercerita dalam persiapan stan ia dan tim telah menyiapkan projek expo sejak satu bulan yang lalu dan tampilan stan dengan balutan budaya local membutuhkan waktu satu pekan.
 
Baca Juga: Gaslighting dan Playing Victim: Memahami Dua Taktik Manipulasi yang Sering Tertukar
 
“Kalau persiapan itu sebelumnya satu bulan sebelumnya sudah diwara-wara buat produk. Itu kan ada produk di dalam, ada produk herbal dan lain-lain,” ujar Okta.
Ia juga diajarkan praktik secara langsung proses pilah sampah organik dan anorganik. Dari sampah organik, akan diolah Kembali menjadi ekoenzim, pupuk dan produk ramah lingkungan lainnya. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, sekolah ini meniadakan fasilitas tong sampah pada sudut-sudut sekolah.
 
“Salah satu budaya di Jepang yang kita adopsi adalah di Jepang itu sampahku tanggung jawabku. Jadi ketika mereka akan membuang sampah pun nanti sudah dikondisikan, sudah dipilah, sudah dikondisi bersih. Sehingga tidak sembarang jalan ada tempat sampah yang di Jepang itu memang mungkin hampir tidak ada,” imbuh Nuri menanggapi hal tersebut.
 
Salwa Mutia
Editor : Heru Pratomo
#Nuri Hastuti #baswara #SMK Kesehatan Binatama #hut #kesehatan #Nihonggo Partner #budaya