RADAR MALIOBORO - Klaten, Jawa Tengah selain kaya akan sumber airnya, juga terdapat tradisi budaya yang masih dijaga hingga kini. Salah satunya Tradisi Sebar Apem atau bisa disebut Yaa Qowiyyu. Tradisi unik yang dilakukan di Kecamatan Jatinom, Klaten dan identik dengan penyebaran apem ke masyarakat.
Mengenal Tradisi Yaa Qowiyyu
Tradisi ini konon dimulai dari Ki Ageng Gribig, ulama besar di Jatinom yang membawa pulang apem dari Mekkah saat naik haji dan karena jumlahnya tidak cukup, kemudian istrinya membuat lebih banyak kue apem untuk dibagikan kepada masyarakat.
Nama Yaaqowiyu diambil dari doa Kyai Ageng Gribig sebagai penutup pengajiannya yang berbunyi “Ya Qowiyu Yaa Aziz Qowina wal muslimin” sehingga dinamakanlah tradisi ini dengan nama Yaa Qowiyyu. Upacara ini diselenggarakan tiap bulan Safar antara tanggal 12-18 pada tiap tahunnya, dan hari yang menjadi patokan adalah hari Jumat karena dianggap suci bagi umat islam.
Makna Tradisi Yaa Qowiyyu
Makna yang bisa dipetik dari kegiatan ini, yakni
1. Permohonan Ampunan
Kata “apem” berasal dari bahasa Arab yaitu “afwan” yang berarti ampunan. Memiliki makna jika masyarakat mendapatkan kue apem, maka mereka akan diberikan ampunan segala kesalahnnya oleh Tuhan.
2. Membawa Kesejahteraan
Menurut kepercayaan masyarakat, kue apem memiliki kekuatan supranatural yang membawa kesejahteraan bagi yang berhasil mendapatkannya. Kue apem ini bisa menjadi tolak bala atau syarat untuk berbagai tujuan.
3. Penghormatan terhadap Arwah Leluhur
Tradisi saparan yang masih dilaksanakan merupakan suatu bentuk upacara untuk menghormati arwal leluhur mereka (Ki Ageng Gribig).
4. Memiliki pengaruh Komersial
Dengan banyaknya pengunjung dalam tradisi ini membuat tempat tersebut menjadi ramai sehingga secara langsung maupun tidak langsung mendorong masyarakat sekitar untuk bermitra usaha dengan berdagang, membuka warung makan/minum, maupun berbagai macam yang diperjualbelikan.
Melalui tradisi ini, masyarakat Jatinom tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mempererat kebersamaan.
(Nabila Kurnia Ekahapsari)
Sumber :
https://prokopim.klaten.go.id/
https://media.neliti.com/