Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kenapa Overthinking Banyak Dialami Anak Muda di Indonesia? Ini Penyebab dan Dampaknya

Magang Radar Malioboro • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:39 WIB
Ilustrasi penyebab dan dampak overthinking yang dialami anak muda di Indonesia. (Dilansir dari Radar Surabaya)
Ilustrasi penyebab dan dampak overthinking yang dialami anak muda di Indonesia. (Dilansir dari Radar Surabaya)

RADAR MALIOBORO - Overthinking menjadi masalah yang semakin sering dialami anak muda di Indonesia. Banyak hal yang terus dipikirkan, mulai dari masa depan, pendidikan, pekerjaan, sampai dengan urusan perasaan. Pikiran yang awalnya sekadar mencari solusi, lama-kelamaan justru berputar tanpa henti dan menimbulkan rasa cemas.

Di era sekarang, anak muda hidup di tengah tuntutan yang serba cepat dan penuh tekanan. Tanpa disadari, kondisi tersebut membuat pikiran sulit tenang dan mudah terjebak dalam overthinking.

Penyebab Overthinking pada Anak Muda
1. Tekanan Media Sosial
Di media sosial sering menampilkan pencapaian orang lain yang terlihat sempurna. Hal ini membuat anak muda membandingkan diri sendiri dan merasa tertinggal, sehingga muncul banyak pertanyaan negatif tentang hidupnya.

2. Ketidakpastian Masa Depan
Persaingan kerja yang ketat, tuntutan ekonomi, dan ekspektasi kelurga membuat anak muda khawatir berlebih terhadap masa depan yang belum pasti.

3. Takut mengambil Keputusan
Kekhawatiran akan salah langkah atau gagal membuat seseorang terlalu lama memikirkan satu keputusan tanpa berani bertindak.

4. Kurangnya Waktu Istirahat Mental
Aktivitas yang padat dan minim waktu untuk diri sendiri membuat pikiran tidak sempat beristirahat, sehingga masalah terus dipikirkan berulang ulang.

5. Memendam Masalah Sendiri
Banyak anak muda memilih menyimpan masalah tanpa bercerita, padahal emosi yang dipendam justru memperberat beban pikiran.


Dampak Overthinking bagi Kehidupan Sehari-hari
1. Sulit Tidur dan Mudah Lelah
Pikiran yang terus aktif, terutama saat malam hari, membuat tubuh sulit masuk ke kondisi rileks. Akibatnya, waktu tidur menjadi tidak berkualitas dan tubuh terasa lelah meski sudah beristirahat cukup lama.

2. Menurunnya Fokus dan Produktivitas
Overthinking membuat pikiran terpecah karena terlalu banyak hal yang dipikirkan sekaligus. Saat belajar atau bekerja, konsentrasi jadi mudah buyar dan hasil yang dikerjakan pun tidak maksimal.

3. Muncul Rasa Cemas dan Stres Berlebihan
Pikiran negatif yang berilang-ulang dapat memicu rasa khawatir tanpa sebab yang jelas. Jika terus terjadi, kecemasan ini bisa berubah menjadi stres yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

4. Menurunnya Kepercayaan Diri
Anak muda yang sering overthinking cenderung menyalahkan diri sendiri dan meragukan kemampuannya. Hal ini membuat mereka takut mencoba hal baru dan merasa tidak cukup baik dibandingkan orang lain.

5. Berisiko Mengganggu Kesehatan Mental
Jika tidak dikelola dengan baik, overthinking bisa menjadi masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan atau stres kronis, yang berdampak besar pada kualitas hidup.

Baca Juga: Segala Kasus Rumit Bisa Terpecahkan! Ini 7 Fakta Menarik Tentang Kaito Kid di Detektif Conan
Anak muda sekarang diharapkan lebih peka terhadap kondisi mentalnya sendiri dan mencari cara sehat untuk mengelola pikiran agar tidak terjebak dalam overthinking. (Aribah Zalfa Nur Aini)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#overthinking #Dialami #anak muda #Banyak #kenapa