Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Teliti Kubro Siswo, Syukron Raih Gelar Doktor Ilmu Olahraga UNY

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 15 Januari 2026 | 12:03 WIB
Syukron Arif Muttaqien (kiri) meraih gelar Doktor Ilmu Olahraga di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (14/1).
Syukron Arif Muttaqien (kiri) meraih gelar Doktor Ilmu Olahraga di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (14/1).

SLEMAN – Kesenian tradisional kubro siswo tak sekadar pertunjukan budaya. Di balik gerak dan irama, tersimpan nilai-nilai karakter olahraga yang kuat.

Temuan ini mengantarkan Syukron Arif Muttaqien meraih gelar Doktor Ilmu Olahraga di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Syukron memaparkan hasil disertasinya dalam ujian terbuka program doktoral di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY, Rabu (14/1/2026).

Anggota Komisi B DPRD Kab Sleman itu menegaskan kubro siswo mengandung nilai karakter olahraga yang selama ini luput dari perhatian publik.

“Selama ini kubro siswo dipandang sebatas kesenian. Namun hasil penelitian membuktikan aktivitas ini memiliki nilai karakter olahraga,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sleman itu usai mempertahankan disertasinya.

Disertasi berjudul Kajian Potensi Kesenian Kubro Siswo dalam Penguatan Nilai Olahraga dan Rekomendasi Kebijakan Pengembangan bagi Masyarakat Kabupaten Sleman itu menggunakan metode mixed methods model concurrent embedded, mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan lima nilai karakter olahraga hadir kuat dalam aktivitas kubro siswo, yakni sportivitas, kedisiplinan, kejujuran, keindahan, dan patriotisme. Nilai-nilai tersebut tercermin dari aktivitas fisik, kekompakan gerak, syair lagu, hingga koordinasi antarpemain dalam satu kelompok.

“Gerak fisik yang ritmis, kerja sama tim, serta penghayatan nilai dalam syair lagu membentuk karakter olahraga secara alami,” papar promovendus doktoral UNY itu.

Tak berhenti pada kajian akademik, Syukron juga melibatkan pemangku kebijakan di Kabupaten Sleman. Hasilnya, muncul rekomendasi agar kubro siswo tidak hanya dilestarikan sebagai kesenian, tetapi juga dikembangkan sebagai bagian dari kebijakan olahraga dan budaya daerah.

“Perlu kebijakan konkret dari Pemkab Sleman agar kubro siswo masuk dalam program dinas pendidikan, pemuda dan olahraga, kebudayaan, hingga pariwisata,” tegasnya.

Syukron yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) DIY itu juga merekomendasikan penyelenggaraan festival kubro siswo tahunan sebagai upaya pelestarian sekaligus menarik minat generasi muda dan masyarakat luas.

Ujian terbuka turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPRD DIY Umarudin Masdar, Ketua DPRD Sleman Gustan Ganda, Ketua Komisi B DPRD Sleman Muhammad Zuhdan, Ketua PWNU DIY Dr Ahmad Zuhdi Muhdhor, Ketua PWI DIY Hudono, serta Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya.

Dengan capaian ini, suami Malikhah Nur Farida itu berharap kubro siswo mendapat pengakuan lebih luas, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter olahraga berbasis kearifan lokal. (naf)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#teliti #uny #ilmu #olahraga #Syukron #Raih Doktor #Syukron Arief Muttaqien #Kubro Siswo