Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mattel Luncurkan Barbie Autisme, Dorong Representasi dan Inklusi Anak

Magang Radar Malioboro • Kamis, 15 Januari 2026 | 12:18 WIB
Barbie autisme yang diluncurkan Mattel sebagai bagian dari lini Barbie Fashionistas untuk mendorong representasi dan inklusi anak dengan spektrum autisme.” (Sumber: kolase berbagai sumber)
Barbie autisme yang diluncurkan Mattel sebagai bagian dari lini Barbie Fashionistas untuk mendorong representasi dan inklusi anak dengan spektrum autisme.” (Sumber: kolase berbagai sumber)

RADAR MALIOBORO— Perusahaan mainan global Mattel resmi meluncurkan boneka Barbie dengan autisme sebagai bagian dari lini Barbie Fashionistas. Produk ini hadir sebagai upaya memperluas representasi dan mendorong inklusi bagi anak-anak dengan spektrum autisme di seluruh dunia.

Boneka Barbie autisme ini dikembangkan melalui kolaborasi selama lebih dari 18 bulan bersama Autistic Self Advocacy Network (ASAN), organisasi nirlaba yang memperjuangkan hak serta representasi penyandang autisme. Mattel menyebut, peluncuran ini bertujuan agar lebih banyak anak dapat “melihat diri mereka sendiri” dalam sosok Barbie.

Berbeda dari Barbie pada umumnya, boneka ini dirancang dengan berbagai detail khusus yang merepresentasikan pengalaman sensorik penyandang autisme. Salah satunya adalah sendi tambahan di siku dan pergelangan tangan yang memungkinkan gerakan berulang, yang kerap dilakukan sebagian individu autis saat merasa kewalahan.
Arah mata boneka juga dibuat sedikit melirik ke samping, menggambarkan karakteristik sebagian penyandang autisme yang menghindari kontak mata langsung.

Selain itu, Barbie autisme dilengkapi dengan headphone peredam bising, fidget spinner, serta tablet komunikasi, yang terinspirasi dari alat bantu yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pakaian boneka turut dirancang sensitif terhadap rangsangan sensorik. Mattel memilih gaun longgar berbentuk A-line dengan bahan yang minim gesekan serta sepatu datar untuk kenyamanan dan stabilitas. Pemilihan desain ini mempertimbangkan fakta bahwa sensitivitas sensorik pada penyandang autisme bisa berbeda-beda.

Noor Pervez dari ASAN menyatakan bahwa menghadirkan representasi autisme bukan hal mudah karena spektrum autisme sangat luas dan tidak selalu terlihat secara fisik. Namun, detail-detail kecil pada boneka ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan empati.

Barbie autisme ini melengkapi jajaran Barbie inklusif lainnya, seperti Barbie dengan sindrom Down, tunanetra, diabetes tipe 1, hingga vitiligo. Mattel juga berkomitmen menyumbangkan 1.000 boneka ke rumah sakit anak di Amerika Serikat yang menangani perawatan autisme.

Melalui peluncuran ini, Mattel menegaskan bahwa perbedaan bukanlah hambatan, melainkan bagian dari keberagaman yang patut dirayakan.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#inklusi #Luncurkan #autisme #barbie #dorong #mattel #anak #representasi