Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Jodoh Tak Kunjung Datang? Konsep Marketing Funnel Bisa Jadi Cara Baru Mencari Pasangan

Magang Radar Malioboro • Jumat, 23 Januari 2026 | 11:16 WIB
Ilustrasi seseorang yang tengah menjalani proses mencari jodoh sebagai pasangan hidup, di tengah dinamika pergaulan dan harapan akan hubungan yang lebih serius.”
Ilustrasi seseorang yang tengah menjalani proses mencari jodoh sebagai pasangan hidup, di tengah dinamika pergaulan dan harapan akan hubungan yang lebih serius.”

RADAR MALIOBORO— Banyak orang mendambakan pasangan hidup yang bisa menjadi teman berbagi cerita, tempat pulang, sekaligus partner romantis. Namun, tak sedikit pula yang merasa kesulitan menemukan jodoh, apalagi di tengah rutinitas yang hanya berputar antara rumah dan pekerjaan.

Menariknya, urusan asmara kini mulai dianalisis dengan pendekatan yang tak biasa: marketing funnel.
Konsep marketing funnel sebenarnya dikenal luas di dunia bisnis untuk memetakan perjalanan konsumen, mulai dari mengenal produk hingga menjadi pelanggan setia.

Namun, pendekatan ini dinilai relevan diterapkan dalam kehidupan sosial, termasuk saat mencari pasangan.
Marketing funnel terdiri dari beberapa tahap utama. Awareness adalah fase di mana seseorang dikenal oleh lingkungan sekitarnya. Tanpa kehadiran sosial, peluang untuk dipertimbangkan sebagai pasangan tentu kecil. Selanjutnya, consideration, saat orang mulai menilai kepribadian, nilai hidup, dan kecocokan. Tahap ini kerap identik dengan masa pendekatan atau PDKT.

Jika berjalan baik, hubungan bisa masuk ke tahap conversion, yakni komitmen. Namun, prosesnya tak berhenti di sana. Hubungan yang sehat membutuhkan retention, yaitu usaha menjaga kualitas relasi, hingga akhirnya mencapai advocacy, ketika pasangan merasa bangga dan nyaman satu sama lain.

Pendekatan ini sejalan dengan pandangan penulis dan pengamat sosial Henry Manampiring, yang menyebut bahwa urusan relasi tak lepas dari pemahaman psikologi dan konteks sosial. Semakin luas pergaulan, semakin besar pula peluang menemukan pasangan yang tepat.

Mencari jodoh bukan semata soal “dikejar atau menunggu”, melainkan tentang mengenali diri, memperluas lingkungan, dan hadir di tempat yang sesuai dengan nilai diri sendiri. Seperti halnya membangun merek, menemukan pasangan juga membutuhkan strategi, kesabaran, dan kejujuran pada diri sendiri.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Tak #kunjung #jodoh #datang