RADAR MALIOBORO - Minat pembaca buku self improvement terus menunjukkan tren positif. Di tengah tekanan hidup modern, tuntutan produktivitas, hingga isu kesehatan mental, banyak orang mulai mencari bacaan yang bisa membantu mereka memahami diri sendiri sekaligus membangun kebiasaan hidup yang lebih seimbang.
Berikut lima buku self improvement yang Kembali ramai dibicarakan dan banyak direkomendasikan karena dinilai relevan dengan kondisi saat ini.
1. Atomic Habits – James Clear
Meski bukan rilisan baru, Atomic Habits tetap menjadi favorit banyak pembaca. Buku ini menekankan bahwa perubahan besar tidak selalu datang dari langkah ekstrem, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Di era serba instan, pendekatan sederhana namun realistis ini membuat Atomic Habits masih relevan bagi siapa saja yang ingin memperbaiki kualitas hidup tanpa tekanan berlebihan.
2. The Mountain Is You – Brianna Wiest
Buku The Mountain Is You kembali naik daun karena membahas topik yang dekat dengan banyak orang, yakni sabotase diri. Brianna Wiest mengajak pembaca mengenali hambatan internal seperti rasa takut, kurang percaya diri, hingga luka emosional masa lalu yang sering menjadi penghalang perkembangan diri. Dengan gaya penulisan yang reflektif dan menyentuh, buku ini cocok untuk pembaca yang sedang berada dalam fase mengenal dan menerima diri sendiri.
3. Mindset – Carol S. Dweck
Mindset karya Carol S. Dweck tetap menjadi rujukan penting dalam dunia pengembangan diri. Buku ini memperkenalkan konsep pola pikir tetap (fixed mindset) dan pola pikir berkembang (growth mindset), serta pengaruhnya terhadap kesuksesan, proses belajar, dan cara menghadapi kegagalan. Tak heran jika di tahun 2025 buku ini masih banyak direkomendasikan, terutama di lingkungan pendidikan dan pengembangan karier.
4. Ikigai
Saat rasa lelah, burnout, dan krisis makna hidup semakin sering dirasakan, buku Ikigai hadir sebagai bacaan yang menenangkan. Buku ini mengulas filosofi hidup orang Jepang dalam menemukan tujuan hidup melalui keseimbangan aktivitas, pola makan, dan hubungan sosial. Pendekatannya yang sederhana namun filosofis membuat Ikigai digemari oleh mahasiswa hingga pekerja muda yang ingin hidup lebih bermakna.
5. You Do You – Fellexandro Ruby
Karya penulis Indonesia, Fellexandro Ruby, ini juga masuk jajaran buku self improvement. You Do You mengajak pembaca berani bereksperimen dalam hidup, mengenal diri sendiri, serta tidak terjebak dalam standar kesuksesan orang lain. Dengan bahasa yang ringan dan dekat dengan realitas Gen Z serta milenial, buku ini terasa relevan bagi mereka yang sedang mencari arah hidup.
Secara keseluruhan, tren buku self improvement ini menunjukkan pergeseran fokus yang lebih seimbang antara pengembangan diri, kesehatan mental, dan pemahaman emosional. Buku-buku ini tidak hanya menawarkan motivasi sesaat, tetapi juga menjadi bekal jangka panjang untuk membangun karakter dan kualitas hidup yang lebih baik.
Dari lima rekomendasi tersebut, buku mana yang paling sesuai dengan kondisi kamu saat ini? Memilih bacaan yang tepat bisa menjadi langkah awal untuk memulai perjalanan perubahan diri.
(Aribah Zalfa Nur Aini)