Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Terjebak Menjadi People Pleaser? Kenali Tandanya

Magang Radar Malioboro • Jumat, 23 Januari 2026 | 15:17 WIB
People Pleaser. (Pinterest)
People Pleaser. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Baik kepada orang lain di sekitar kita memang bukan sebuah masalah. Namun, bagi sebagian orang mau melakukan apapun dan selalu ingin menyenangkan orang lain tanpa memikirkan kehidupanya sendiri. Meskipun berarti positif, namun jika terjadi secara terus-menerus juga dapat menggangu pikiran dan berakibat stres.

Orang dengan tipe people pleaser umumnya memiliki perilaku yang khas, membuat mereka rentan dimanfaatkan orang lain.

Apa Itu People Pleaser?

People pleaser kondisi pada seseorang yang cenderung terus-menerus berusaha menyenangkan orang lain, bahkan sampai mengabaikan keperluan dan kemauan pribadinya sendiri. Ini bukan istilah medis, melainkan sebutan informal untuk menggambarkan pola perilaku tertentu.

Wajar bila kita ingin diterima dalam pergaulan. Namun, menjadi people pleaser berbeda dengan sekadar membantu orang sesekali. Ini adalah kebiasaan yang sulit dihentikan dan membuat seseorang merasa tidak nyaman jika harus menolak, menyembunyikan perasaan, atau terlalu banyak menyetujui hal-hal yang tidak selaras dengan dirinya.

Ciri-Ciri People Pleaser
Beberapa ciri yang menandai seseorang sebagai people pleaser:

1. Kesulitan mengatakan “Tidak”, mereka hampir selalu menerima permintaan orang lain meski tidak memiliki waktu atau kemampuan untuk melakukannya.

2. Terlalu sering meminta maaf, mereka sering meminta maaf bahkan untuk hal yang bukan kesalahan mereka, seolah bertanggung jawab atas kesalahan orang lain.

3. Menghindari konflik, mereka takut berselisih pendapat dan lebih memilih mengalah daripada membela pendapat pribadi.

4. Haus validasi, mereka sangat bergantung pada pujian dan pengakuan orang lain untuk merasa berharga.

5. Mengabaikan kebutuhan sendiri, mereka mengutamakan keinginan orang lain hingga melupakan apa yang mereka sendiri butuhkan atau inginkan.

Meski terlihat seneng membantu orang lain, kebiasaan ini sebenarnya melelahkan secara emosional. Seseorang yang terlalu sering memprioritaskan kebutuhan orang lain akhirnya kehilangan waktu dan ruang untuk diri sendiri.
Dampaknya bisa berupa.

- Stres dan kelelahan mental akibat beban yang menumpuk
- Kehilangan jati diri karena tidak mengenal kebutuhan pribadi
- Kebencian yang terpendam terhadap orang yang memanfaatkannya
- Masalah kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi

Penting untuk menemukan antara membantu orang lain dan menjaga ketenangan diri sendiri agar tidak terjebak dalam pola people pleaser yang merugikan.
(Tiya Ermiyati )

Editor : Iwa Ikhwanudin
#people pleaser adalah #people pleaser #people pleaser artinya