Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Merasa Hidup Tertinggal? Ini Penjelasan Psikologis di Balik Tekanan Sosial Zaman Sekarang

Magang Radar Malioboro • Senin, 26 Januari 2026 | 15:01 WIB
Ilustrasi hidup merasa tertinggal, ini penjelasan psikologisnya di balik tekanan sosial zaman sekarang. (Dilansir dari Radar Mojokerto)
Ilustrasi hidup merasa tertinggal, ini penjelasan psikologisnya di balik tekanan sosial zaman sekarang. (Dilansir dari Radar Mojokerto)

RADAR MALIOBORO - Perasaan seolah hidup tertinggal kini semakin sering dirasakan banyak orang. Di usia yang masih relatif muda, sebagian orang mulai merasa “kalah start” hanya karena melihat pencapaian orang lain di media sosial, lingkungan kerja, atau lingkar pertemanan. Padahal, dalam kehidupan nyata, tidak ada garis finis yang sama untuk semua orang.

Secara psikologis, perasaan tertinggal ini lebih sering dipicu oleh tekanan sosial dibandingkan kondisi hidup yang sebenarnya. Standar kesuksesan yang terus berubah membuat banyak orang tanpa sadar membandingkan hidupnya dengan pencapaian orang lain.


Tekanan Sosial yang Datang Tanpa Disadari

Di era sekarang, informasi bergerak sangat cepat. Media sosial menampilkan Sebagian kehidupan yang terlihat rapi dan berhasil. Mulai dari karier, pernikahan, hingga pencapaian finansial. Paparan yang berulang ini bisa memicu tekanan batin, terutama ketika seseorang merasa hidupnya tidak sejalan dengan “timeline ideal” yang terbentuk di kepala.

Psikolog menyebut kondisi ini sebagai social comparison, yaitu kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain. Jika dilakukan terus-menerus, perbandingan ini dapat menurunkan kepercayaan diri dan memicu rasa cemas.


Standar Kesuksesan yang Tidak Selalu Realistis

Banyak orang lupa bahwa setiap individu memiliki latar belakang, kesempatan, dan proses hidup yang berbeda. Namun, tekanan sosial sering membuat kesuksesan seolah hanya diukur dari satu arah, seperti usia, jabatan, atau materi.

Ketika seseorang belum mencapai standar tersebut, muncul anggapan bahwa dirinya “tertinggal”, padahal bisa jadi ia sedang berada di fase membangun fondasi hidupnya sendiri.


Faktor Usia dan Lingkungan Ikut Berperan

Memasuki usia 20-an akhir hingga 30-an awal, tekanan sosial biasanya semakin terasa. Pertanyaan seputar karier, pasangan hidup, hingga kestabilan finansial kerap datang dari lingkungan sekitar. Jika tidak disikapi dengan sehat, tekanan ini bisa memicu stres berkepanjangan.

Lingkungan yang terlalu kompetitif juga dapat memperkuat rasa tertinggal, meskipun sebenarnya seseorang sudah menjalani hidup sesuai kapasitas dan pilihannya.


Tidak Semua Orang Sedang Berlomba

Dari sudut pandang psikologi, hidup bukanlah perlombaan dengan jalur dan waktu yang sama. Setiap orang punya ritme dan tujuan yang berbeda. Merasa tertinggal sering kali muncul bukan karena gagal, tetapi karena terlalu fokus melihat perjalanan orang lain.

Menyadari hal ini menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Alih-alih membandingkan, lebih penting memahami apa yang benar-benar dibutuhkan dan diinginkan dalam hidup.


Merasa hidupnya tertinggal adalah perasaan yang manusiawi. Namun, perasaan tersebut tidak selalu mencerminkan kenyataan.
(Aribah Zalfa Nur Aini)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tertinggal #psikologis #penjelasan #merasa #hidup