Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Hidup Tanpa Internet di Abad ke-21? Warga Eritrea Masih Terisolasi dari Dunia Digital

Magang Radar Malioboro • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:02 WIB
Ilustrasi aktivitas warga Eritrea di Afrika Timur yang masih hidup dengan akses internet sangat terbatas.” (Sumber: Kolase berbagai sumber)
Ilustrasi aktivitas warga Eritrea di Afrika Timur yang masih hidup dengan akses internet sangat terbatas.” (Sumber: Kolase berbagai sumber)

RADAR MALIOBORO — Ketika sebagian besar dunia menikmati internet cepat, media sosial, hingga transaksi digital, warga Eritrea justru masih hidup dalam keterbatasan akses teknologi. Negara di Afrika Timur Laut ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan konektivitas internet paling rendah di dunia.

Di era digital saat internet menjadi fondasi komunikasi global, Eritrea justru tertinggal jauh. Akses internet di negara ini sangat terbatas, tidak tersedia layanan data seluler, dan hampir seluruh aktivitas digital diawasi ketat oleh pemerintah. Media sosial, layanan streaming, hingga transaksi perbankan digital nyaris tidak dikenal oleh sebagian besar masyarakatnya.

Eritrea kerap dijuluki sebagai “Korea Utara-nya Afrika” karena tingkat isolasi dan kontrol negaranya yang tinggi. Berdasarkan berbagai laporan internasional, hanya sebagian kecil penduduk yang pernah mengakses internet, itu pun melalui warnet terbatas di wilayah perkotaan seperti ibu kota Asmara. Kecepatan koneksi sangat lambat dan biayanya tergolong mahal bagi warga lokal.

Tak hanya internet, sistem keuangan digital juga hampir tidak ada. Mesin ATM, kartu kredit, dan dompet digital bukan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Eritrea. Warga harus mengantre di bank milik negara dengan batas penarikan uang tunai yang sangat ketat setiap bulannya.

Pembatasan digital ini tidak terlepas dari kebijakan politik pemerintah Eritrea yang menerapkan kontrol ketat atas media dan informasi. Pemerintah beralasan bahwa pembatasan akses dilakukan demi keamanan nasional, meski hal tersebut berdampak besar pada perkembangan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat.

Kondisi ini membuat Eritrea menjadi potret kontras di tengah dunia yang semakin terhubung. Di saat internet menjadi kebutuhan dasar global, warga Eritrea masih hidup dalam keterisolasian digital yang membatasi peluang dan masa depan mereka.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#eritrea #warga #tanpa internet #hidup