SLEMAN – Srawung bukan sekadar berkumpul. Di SMA Negeri 1 Cangkringan, srawung dimaknai menjadi ruang belajar membentuk karakter dan jati diri.
Filosofi inilah yang diusung dalam peringatan HUT ke-28 SMAN 1 Cangkringan. Digelar pada Kamis (29/1/2026) dan Sabtu (31/1/2026).
Mengusung tema besar SMANCA SRAWUNG 28: Sranane dadi wong unggul, peringatan HUT tahun ini menegaskan komitmen sekolah dalam membangun karakter siswa melalui semangat kebersamaan dan interaksi yang bermakna.
Srawung dimaknai sebagai ruang perjumpaan yang hangat dan terbuka antara siswa, guru, alumni, serta seluruh warga sekolah.
Sementara sranane dadi wong unggul menjadi penegasan bahwa setiap kegiatan dirancang sebagai sarana pembelajaran nilai, etika, dan kompetensi diri.
Plt. Kepala SMAN 1 Cangkringan Hery Kurniawan Akhmad Ikhsan mengungkapkan tema tersebut dipilih agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepekaan sosial.
“Melalui srawung, siswa belajar berinteraksi, berdialog, dan berkolaborasi. Inilah proses pembentukan karakter agar mereka tumbuh menjadi pribadi unggul, berjiwa sosial, dan tetap berpegang pada kearifan lokal,” ujarnya.
Sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu memperingati hari lahirnya dengan rangkaian kegiatan edukatif, sosial, dan budaya berlangsung di dua lokasi. Halaman SMAN 1 Cangkringan dan Lapangan Kapanewon Cangkringan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis, 29 Januari 2026, dimulai dengan upacara peringatan HUT sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan Merti Kali dan penanaman pohon. Sebagai wujud kepedulian lingkungan, sarasehan, serta bakti sosial yang melibatkan warga sekitar.
Sementara itu, puncak perayaan digelar Sabtu, 31 Januari 2026, di Lapangan Kapanewon Cangkringan. Kegiatan secara ceremoni dibuka dengan pelepasan burung merpati oleh Plt. Kepala Sekolah Hery Kurniawan Akhmad Ikhsan bersama Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman Pariyana, Pengawas Pembina Sri Suryani, Ketua Komite SMAN 1 Cangkringan Nurhadi.
Selanjutnya, pemberian bibit pohon kepada sekolah menengah pertama sederajat yang berada di seputaran Cangkringan. Selain itu juga ada senam massal, bazar, sembako murah, serta gelar seni dan budaya siswa SMAN 1 Cangkringan.
Baca Juga: Deretan Film Luar yang Tayang Februari di Bioskop Indonesia 2026
Menurut Hery, rangkaian kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa. “Kami ingin siswa belajar dari pengalaman nyata. Kebersamaan, dialog, dan aksi sosial adalah bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri,” tambahnya.
Melalui HUT ke-28 ini, SMAN 1 Cangkringan berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, berkarakter kuat, peduli sesama, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (naf)
Editor : Iwa Ikhwanudin