Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bukan Sekadar Cari Kerja, Ini 3 Pondasi Tujuan Pendidikan Menurut Prof. Damayanti

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:14 WIB
“Ilustrasi pendidikan sebagai proses membangun kemandirian, makna hidup, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.” (sumber: pinterest)
“Ilustrasi pendidikan sebagai proses membangun kemandirian, makna hidup, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.” (sumber: pinterest)

RADAR MALIOBORO— Pendidikan selama ini kerap dipersepsikan hanya sebagai sarana untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak. Padahal, makna pendidikan jauh lebih luas dari sekadar urusan karier. Prof. Damayanti, ilmuwan asal Indonesia yang dikenal memadukan sains dengan kepedulian terhadap alam dan kemanusiaan, menegaskan bahwa pendidikan memiliki tiga pondasi utama yang seharusnya menjadi arah pembangunan manusia.

Pondasi pertama adalah how to make a living, yaitu kemampuan seseorang untuk membangun kehidupan secara mandiri. Pendidikan berperan membekali individu dengan pengetahuan, keterampilan, dan daya adaptasi agar mampu bertahan di dunia kerja yang terus berubah. Tidak hanya soal gelar akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan menyelesaikan masalah.

Pondasi kedua adalah how to lead a meaningful life. Menurut Prof. Damayanti, pendidikan tidak boleh berhenti pada aspek ekonomi semata. Pendidikan harus membantu manusia menemukan makna hidup, membentuk karakter, serta menanamkan nilai etika dan tanggung jawab sosial. Individu tidak hanya sibuk mengejar pencapaian pribadi, tetapi juga memahami tujuan hidup yang lebih luas.

Sementara itu, pondasi ketiga adalah how to enable life, yaitu memuliakan kehidupan dalam segala bentuknya. Pendidikan harus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan. Kesadaran akan keberlanjutan alam, keadilan sosial, dan solidaritas menjadi bagian penting dari proses belajar.

Ketiga pondasi tersebut saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan. Pendidikan yang hanya berorientasi pada pekerjaan berisiko melahirkan generasi yang kering makna dan kurang empati. Sebaliknya, pendidikan yang utuh akan menciptakan manusia yang mandiri, bermakna, serta mampu berkontribusi bagi keberlangsungan kehidupan.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pendidikan #mendapatkan #pekerjaan