Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Green Leaf Volatiles: Aroma “Bahasa Rahasia” Tanaman Saat Daunnya Terluka

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 3 Februari 2026 | 10:39 WIB
“Tanaman Arabidopsis thaliana, spesies model yang sering digunakan ilmuwan untuk meneliti mekanisme pelepasan green leaf volatiles (GLVs) saat daun mengalami luka.” (sumber; kolase berbagai sumber)
“Tanaman Arabidopsis thaliana, spesies model yang sering digunakan ilmuwan untuk meneliti mekanisme pelepasan green leaf volatiles (GLVs) saat daun mengalami luka.” (sumber; kolase berbagai sumber)

RADAR MALIOBORO — Tanaman sering dianggap makhluk hidup yang pasif dan diam. Padahal, riset ilmiah menunjukkan tanaman punya cara unik untuk “berkomunikasi”, terutama saat mereka berada dalam kondisi terancam. Salah satunya lewat pelepasan aroma yang disebut green leaf volatiles (GLVs).

GLVs adalah senyawa organik volatil yang dilepaskan daun ketika mengalami kerusakan, misalnya akibat gigitan ulat, serangga, atau luka fisik lainnya. Aroma ini bukan sekadar bau daun segar, melainkan sinyal kimia darurat yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini bagi tanaman itu sendiri maupun tanaman di sekitarnya.

Saat daun terluka, struktur selnya terganggu. Kondisi ini memicu pembentukan GLVs dari asam lemak di membran sel melalui jalur enzimatik khusus. Senyawa tersebut langsung dilepaskan ke udara dalam hitungan detik menjadikannya salah satu respons tercepat tanaman terhadap stres.

Menariknya, penelitian sering menggunakan tanaman model Arabidopsis thaliana menunjukkan bahwa ketika daun lain “mencium” GLVs ini, terjadi lonjakan ion kalsium (Ca²⁺) di dalam sel. Lonjakan tersebut berperan sebagai sinyal internal yang mengaktifkan gen-gen pertahanan tanaman, sehingga daun bisa bersiap menghadapi ancaman sebelum benar-benar diserang.

Selain memperkuat pertahanan internal, GLVs juga punya peran ekologis lain. Aroma ini dapat mengusir herbivora, menarik predator alami serangga, serta membantu tanaman sekitar melakukan proses priming yakni meningkatkan kesiapsiagaan tanpa harus terluka lebih dulu.

Tanpa suara, tanpa saraf, dan tanpa teknologi, tanaman membuktikan bahwa mereka tidak diam. Mereka hanya “berbicara” lewat bahasa kimia yang sangat halus, namun efektif untuk bertahan hidup.

(Alena Mutiara)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tanaman #green #Makhluk Hidup #pasif #dianggap #Sering