RADAR MALIOBORO — Bulan Sya’ban menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah yang sering kali terlewatkan karena berada di antara Rajab dan Ramadan. Padahal, Sya’ban menyimpan banyak keutamaan dan dipandang sebagai momentum penting untuk mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun mental, sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Salah satu momen yang paling dikenal adalah malam Nisfu Sya’ban, yakni malam pertengahan bulan Sya’ban pada tanggal 15 Hijriah. Umat Islam meyakini malam ini sebagai waktu yang penuh rahmat dan kesempatan untuk memperbanyak doa serta introspeksi diri. Meski terdapat perbedaan pendapat ulama terkait bentuk ibadah khusus di malam tersebut, Sya’ban secara umum tetap dianjurkan untuk diisi dengan amal saleh.
Dalam sebuah hadis riwayat An-Nasa’i, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa bulan Sya’ban adalah waktu diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Karena itu, Nabi Muhammad ﷺ memperbanyak puasa sunnah di bulan ini. Aisyah radhiyallahu ‘anha juga meriwayatkan bahwa Rasulullah tidak pernah berpuasa sunnah sebanyak di bulan Sya’ban selain Ramadan (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain puasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbaiki hubungan sosial. Sya’ban kerap disebut sebagai jembatan ruhani menuju Ramadan, karena melatih konsistensi ibadah sebelum memasuki bulan penuh pahala.
Memahami makna bulan Sya’ban sebagai waktu persiapan, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan hati yang lebih siap, jiwa yang tenang, dan niat ibadah yang lebih matang.
(Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin