RADAR MALIOBORO — Setiap orang tentu mendambakan pasangan hidup yang bisa diajak tumbuh bersama, baik dalam suka maupun duka. Namun, realitas pernikahan tak selalu berjalan mulus. Salah satu penyebab perceraian yang kerap terjadi adalah kurangnya kecocokan serta komunikasi yang tidak sehat antar pasangan.
Menariknya, sejumlah penelitian menyebut bahwa pernikahan yang berawal dari persahabatan cenderung memiliki risiko perceraian yang lebih rendah. Studi dari National Bureau of Economic Research (NBER) menunjukkan bahwa hubungan yang dimulai sebagai sahabat memiliki fondasi emosional yang lebih kuat, seperti kepercayaan, keterbukaan, dan pemahaman karakter sejak awal.
Hal serupa disampaikan psikolog Danti Wulan Manunggal. Ia menjelaskan bahwa unsur persahabatan dalam pernikahan berperan besar dalam menjaga stabilitas hubungan jangka panjang. Menurutnya, pasangan yang memperlakukan satu sama lain sebagai sahabat terbaik cenderung memiliki ikatan emosional yang lebih sehat.
Beberapa riset bahkan menyebutkan bahwa kualitas persahabatan dalam pernikahan berpengaruh besar terhadap kebahagiaan, melampaui faktor romantis semata. Persahabatan memungkinkan pasangan saling mendukung, bersikap jujur, dan menyelesaikan konflik tanpa tekanan berlebihan.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa menikah dengan sahabat bukan jaminan bebas perceraian. Namun, fondasi emosional yang kuat dinilai dapat membantu pasangan menghadapi tantangan pernikahan dengan lebih matang dan realistis.
(Alena Mutiara)
Editor : Iwa Ikhwanudin