Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Spyware Paragon Graphite Terekspos: Eksekutif Bocorkan Rahasia Lewat LinkedIn, Ancam Privasi Global Termasuk Indonesia

Editor Content • Senin, 16 Februari 2026 | 13:58 WIB
Seorang eksekutif senior perusahaan tersebut, Reut Yamen, secara tidak sengaja memposting foto sistem penyadap bernama Graphite di akun LinkedIn pribadinya.
Seorang eksekutif senior perusahaan tersebut, Reut Yamen, secara tidak sengaja memposting foto sistem penyadap bernama Graphite di akun LinkedIn pribadinya.

RADAR MALIOBORO - Dunia keamanan siber kembali digemparkan dengan kasus kebocoran informasi spyware canggih dari perusahaan Israel, Paragon Solutions.

Seorang eksekutif senior perusahaan tersebut, Reut Yamen, secara tidak sengaja memposting foto sistem penyadap bernama Graphite di akun LinkedIn pribadinya.

Meski unggahan itu langsung dihapus, jejak digitalnya telah berhasil diabadikan oleh para peneliti keamanan siber.

Paragon Solutions dikenal sebagai "saudara" dari spyware Pegasus yang sudah melegenda karena kemampuannya menyusup ke perangkat tanpa sepengetahuan pemilik.

Perusahaan asal Israel ini didirikan oleh mantan perwira intelijen elit dari Unit 8200 serta mantan Perdana Menteri Israel, menjadikannya salah satu pemain utama dalam teknologi pengintaian digital tingkat tinggi.

Berbeda dengan malware biasa yang sering membuat perangkat lambat atau menunjukkan gejala mencurigakan, Graphite dirancang sangat senyap.

Spyware ini mampu menyusup ke sistem operasi ponsel (baik Android maupun iOS), mengambil alih kendali data pribadi seperti pesan, foto, lokasi, hingga mikrofon dan kamera—semuanya tanpa sepengetahuan pengguna.

Informasi ini pertama kali ramai dibahas dalam unggahan akun Instagram @cyberity.network yang mengulas kasus tersebut secara mendalam.

Postingan carousel tersebut menyoroti kesalahan amatir dari petinggi Paragon yang justru membongkar sebagian rahasia operasional Graphite kepada publik.

Di tengah maraknya penggunaan ponsel pintar di Indonesia, termasuk wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, keberadaan spyware seperti Graphite menjadi peringatan serius.

Para ahli keamanan siber mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan, aplikasi tidak resmi, serta pembaruan sistem yang tidak terverifikasi.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan:
- Aktifkan fitur keamanan maksimal seperti Lockdown Mode di iPhone.
- Gunakan VPN terpercaya dan hindari WiFi publik.
- Perbarui sistem operasi serta aplikasi secara rutin.
- Hindari mengklik link dari sumber tidak dikenal.

Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi spyware komersial yang kerap digunakan oleh pemerintah atau pihak swasta untuk memata-matai aktivis, jurnalis, hingga politisi.

Paragon Solutions sendiri dikabarkan menjual akses Graphite hanya kepada pemerintah tertentu dengan klaim untuk melawan kejahatan dan terorisme.

Hingga berita ini diturunkan, Paragon Solutions belum memberikan pernyataan resmi terkait kebocoran tersebut.

Para peneliti siber global terus menganalisis jejak yang tertinggal untuk mengungkap lebih jauh kemampuan sebenarnya dari Graphite. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Paragon Solutions #spyware #keamanan siber #Spyware Pegasus