Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Riwayat Pendidikan Aishah Prastowo: Dari S1 UGM Usia 16 Tahun, S2 Prancis, hingga S3 Oxford, Lulusan Doktor Pilih Jadi Guru SMA di Yogyakarta

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 27 Februari 2026 | 23:52 WIB

Aishah Prastowo
Aishah Prastowo

RADAR MALIOBORO - Aishah Prastowo, lulusan S3 University of Oxford, kisah inspiratif perjalanan pendidikannya dibagikan di Instagram Reel. 

Meski punya gelar doktor dari kampus top dunia, ia memilih pulang ke Jogja dan menjadi guru sekaligus kepala sekolah di SMA berbasis STEAM.

Kisah Aishah Prastowo terus menginspirasi anak muda Yogyakarta dan Indonesia. 

Melalui Instagram Reel yang sedang ramai dibagikan, menceritakan perjalanan pendidikan luar biasanya: mulai dari masa kecil yang dikelilingi dunia sains, hingga meraih gelar doktor di usia muda, lalu memilih jalur pengabdian sebagai guru SMA di Sleman, Yogyakarta.

Detail Pendidikan Aishah Prastowo Secara Lengkap:

- Latar Belakang Keluarga & Awal Minat Sains

  Pendidikan bukan hal baru bagi Aishah. Ayahnya adalah dosen Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM), sementara ibunya lulusan Kimia di kampus yang sama. Hal ini membuat minatnya terhadap fisika tumbuh sejak kecil, termasuk cita-cita kuliah di luar negeri.

- S1 Teknik Fisika, Universitas Gadjah Mada (UGM)

  Aishah memulai kuliah S1 Teknik Fisika di UGM pada tahun 2007, saat usianya baru 16 tahun. Ia menyelesaikan gelar sarjana dengan fokus pada fisika yang konkret dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

- S2 Interdisciplinary Approach to Life Science, Université Paris Descartes (Prancis)

  Pada 2011, Aishah melanjutkan studi S2 dengan pendekatan interdisipliner di bidang ilmu kehidupan di Université Paris Descartes, Prancis. Ia meraih beasiswa dari pemerintah Prancis, menandai langkah pertamanya belajar di luar negeri.

- S3 (DPhil) Engineering Science, University of Oxford, Inggris

  Puncak prestasinya adalah diterima sebagai mahasiswa doktoral di University of Oxford pada 2014 (usia 23 tahun), melalui Beasiswa LPDP generasi pertama (PK-6). Jurusannya adalah Engineering Science, dengan fokus pada microfluidics (teknologi mikrofluida). Ia menyelesaikan gelar DPhil (setara PhD) dari salah satu universitas terbaik dunia.

Setelah lulus, Aishah sempat mempertimbangkan karir riset atau postdoc di luar negeri. Namun, pandemi COVID-19 mengubah arahnya. Ia memilih pulang ke Indonesia dan memulai kontribusi melalui pendidikan. 

Kini, Aishah menjabat sebagai kepala sekolah sekaligus guru di Praxis High School, sebuah SMA alternatif di Sleman, Yogyakarta, berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics). Ia aktif membimbing siswa di bidang AI (Artificial Intelligence) dan robotika, serta membantu siswa yang bercita-cita studi ke luar negeri.

Reel viral tersebut menekankan narasi "dari laboratorium ke ruang kelas", membuktikan bahwa kontribusi besar bisa dimulai dari mendidik generasi muda di tanah air. Banyak netizen Jogja yang mengapresiasi: "Inspiratif banget buat anak muda Yogyakarta yang lagi bingung karir!"

Bagi pelajar/mahasiswa di Yogyakarta yang sedang mencari motivasi, kisah Aishah Prastowo ini jadi pengingat bahwa prestasi akademik tinggi bisa diarahkan untuk membangun pendidikan lokal yang berkualitas. 

Pantau akun Instagram @aishahprastowo untuk update lebih lanjut dari sosok inspiratif asal Jogja ini. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#memilih #lpdp #kabupaten sleman #gelar doktor #guru sma