Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dokter Tiva Bagikan Tips Olahraga Saat Puasa Ramadan, Waktu dan Aktivitas Terbaik agar Tetap Bugar

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 10 Maret 2026 | 05:10 WIB

Head of Medical Check Up RS Siloam Yogyakarta, dr. Tiva Ismadyanti Christine Prabowo.
Head of Medical Check Up RS Siloam Yogyakarta, dr. Tiva Ismadyanti Christine Prabowo.

JOGJA - Meski menjalankan ibadah puasa, warga Jogja masih bisa menjaga kebugaran tubuh dengan aktivitas olahraga yang aman dan tepat.

Head of Medical Check Up RS Siloam Yogyakarta, dr. Tiva Ismadyanti Christine Prabowo, membagikan tips mengenai waktu paling ideal serta jenis gerakan yang direkomendasikan selama Ramadan agar tubuh tetap segar tanpa risiko lemas berlebih.

"Ramadan bukan penghalang untuk tetap aktif bergerak. Banyak warga Jogja yang justru memanfaatkan bulan suci ini untuk menjaga stamina dan kesehatan fisik melalui olahraga ringan. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa berolahraga selama puasa tetap dianjurkan asal dilakukan dengan intensitas sedang hingga rendah, sehingga peredaran darah lancar, massa otot terjaga, dan tubuh tidak mudah kelelahan," ujar Tiva saat acara media gathering di Jogja (9/3/2026). 

Aktivitas yang paling cocok dilakukan selama Ramadan adalah jalan kaki santai atau jalan cepat yang bisa dilakukan di mana saja.

Gerakan ini sangat aman karena tidak menguras energi berlebih dan mudah disesuaikan dengan kondisi tubuh. 

"Selain itu, yoga atau peregangan juga menjadi pilihan favorit, terutama jika dilakukan di rumah atau mengikuti kelas daring, karena membantu relaksasi otot, meningkatkan fleksibilitas, serta mengurangi stres akibat perubahan pola makan dan tidur," kata Tiva. 

Bersepeda santai pun bisa dipilih, dengan kecepatan rendah agar napas tetap teratur.

Latihan kekuatan ringan seperti pilates, squat, push-up, atau plank dalam durasi pendek juga efektif untuk mempertahankan kekuatan otot tanpa membuat tubuh cepat haus. 

"Namun, sebaiknya hindari olahraga berat seperti lari intensif, angkat beban maksimal, atau pertandingan sepak bola di siang hari karena berisiko menyebabkan dehidrasi dan pusing," ingat Tiva. 

Waktu terbaik untuk berolahraga selama puasa bergantung pada kondisi masing-masing, namun secara umum para dokter dan pakar gizi merekomendasikan beberapa pilihan utama.

Yang paling sering disarankan adalah sekitar 30 hingga 60 menit sebelum berbuka puasa, karena setelah bergerak tubuh bisa langsung mengisi kembali energi dan cairan saat maghrib tiba, sangat pas untuk warga Jogja yang biasa menunggu berbuka di masjid atau lapangan terbuka. 

"Alternatif lain adalah 1 hingga 2 jam setelah berbuka, ketika asupan makanan dan minuman sudah masuk sehingga energi lebih stabil dan risiko kelelahan minim, cocok untuk sesi yang sedikit lebih panjang," kata Tiva. 

Bagi yang lebih suka pagi hari, olahraga ringan seperti stretching atau jalan kaki setelah sahur juga baik dilakukan, karena tubuh masih memiliki cadangan energi dari makan sahur.

Durasi ideal per sesi adalah 20 hingga 45 menit saja, dan selalu perhatikan sinyal tubuh, jika merasa lemas, pusing, atau haus berlebihan, segera hentikan dan istirahat. 

"Pastikan juga sahur dan berbuka mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta buah-buahan kaya air seperti semangka dan kurma untuk mendukung hidrasi, terutama di cuaca Jogja yang kadang terasa panas," katanya. 

Di tengah Ramadan, komunitas olahraga lokal di Jogja sering menggelar sesi khusus seperti yoga Ramadan atau jalan sehat ngabuburit, sehingga bisa menjadi motivasi tambahan.

Dengan memilih waktu dan aktivitas yang tepat, puasa justru menjadi kesempatan emas untuk tubuh lebih sehat dan bugar sambil tetap khusyuk beribadah.

Media gathering tersebut turut dihadiri CEO Siloam Hospitals Yogyakarta, Siti Nurtata Rizki. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#olahraga saat puasa #olahraga saat ramadhan #olahraga saat ramadan #olahraga saat puasa ramadhan