Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Penjelasan Lengkap Zona Subduksi Jawa: Mengapa Selatan Jawa Rawan Gempa dan Tsunami?

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 13 Maret 2026 | 11:05 WIB

Ilustrasi zona subduksi Jawa.
Ilustrasi zona subduksi Jawa.

SUKABUMI – Zona subduksi Jawa (atau sering disebut zona subduksi Selatan Jawa atau bagian dari Sunda Trench/Subduction Zone) merupakan salah satu fitur tektonik paling aktif di Indonesia.

Zona ini menjadi penyebab utama gempa bumi dangkal hingga dalam, serta potensi tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa, seperti yang baru-baru ini dirasakan gempa M 5,4 di Sukabumi pada 13 Maret 2026.

Zona subduksi adalah batas lempeng tektonik konvergen (saling mendekat) di mana satu lempeng tektonik yang lebih padat (biasanya lempeng samudra/oceanic) menunjam atau "tenggelam" di bawah lempeng lain yang lebih ringan (lempeng benua/continental).

Proses ini disebut penunjaman atau subduction.

Di zona subduksi Jawa: Lempeng Indo-Australia (lempeng samudra, lebih berat) bergerak ke arah utara dengan kecepatan sekitar 5,5–7 cm/tahun.

Menunjam di bawah Lempeng Eurasia (atau Sunda Plate, lempeng benua) yang relatif stabil.

Pertemuan kedua lempeng ini membentuk Palung Jawa (Java Trench) di laut selatan Jawa, yang mencapai kedalaman hingga 7.000+ meter.

Proses penunjaman ini menghasilkan:

Gempa bumi dari gesekan antar lempeng (gempa megathrust di zona dangkal, gempa intraplate di zona dalam).

Gunung api karena pelelehan parsial material lempeng yang menunjam pada kedalaman 100–400 km, menghasilkan magma yang naik membentuk busur vulkanik Jawa (dari Gunung Krakatau hingga Gunung Raung/Ijen).

Tsunami jika gempa megathrust besar terjadi di dasar laut dan memicu deformasi dasar laut.

Ciri Utama Zona Subduksi Jawa Lokasi:

Membentang sepanjang selatan Pulau Jawa, dari Selat Sunda hingga timur Jawa Timur, bagian dari Busur Sunda (Sunda Arc) yang panjangnya ribuan km.

Kedalaman Penunjaman:

Lempeng Indo-Australia menunjam miring ke utara, membentuk zona Wadati-Benioff (zona hiposenter gempa yang melengkung ke dalam mantel bumi hingga ratusan km).

Variasi: Di Jawa Barat lebih landai, di Jawa Tengah-Timur ada variasi sudut penunjaman dan potensi "hole" atau tearing slab akibat subduksi seamount/ridge.

Potensi Bahaya: Bisa menghasilkan gempa >M8.0 hingga M9+, seperti potensi megathrust Jawa (BMKG dan penelitian ITB menyebut potensi tsunami hingga 20 m di pesisir selatan).

Mengapa Rawan Gempa di Selatan Jawa?

Gesekan antar lempeng menciptakan tegangan yang terakumulasi, lalu lepas sebagai gempa.

Gempa dangkal (<70 km) sering terasa kuat di darat, sementara gempa menengah-dalam (100–600 km) berasal dari lempeng yang sudah menunjam jauh ke dalam mantel.

Rekomendasi BMKG & Mitigasi Pantau info resmi BMKG untuk gempa dan potensi tsunami.

Siapkan kesiapsiagaan: tas darurat, evakuasi ke dataran tinggi jika tsunami.
Bangunan tahan gempa sangat penting di Jawa Barat, Tengah, dan Timur. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Ring of Fire #Zona subduksi Jawa #Cincin Api Pasifik #Megathrust Jawa