JAKARTA - Kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) mengalami transisi mendadak. Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI setelah memimpin bank sentral selama hampir tujuh tahun. Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada Minggu (26/7/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan kabar ini dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Senin (27/7/2026) pagi.
"Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Perry Warjiyo disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, kurang lebih tujuh tahun memimpin BI," ujar Prasetyo.
Pemerintah saat ini tengah memproses Keputusan Presiden (Keppres) untuk pemberhentian secara hormat atas dedikasi Pria berusia 67 tahun tersebut yang telah berkarier lebih dari tiga dekade di BI.
Pemerintah menegaskan bahwa pengunduran diri Perry didasari oleh kemauan sendiri dan alasan pribadi. Mensesneg Prasetyo Hadi meluruskan bahwa keputusan ini bukan disebabkan oleh masalah kesehatan.
Siapa Pengganti Sementara Perry Warjiyo?
Sesuai dengan mekanisme Undang-Undang Bank Indonesia, posisi puncak bank sentral tidak boleh kosong. Jabatan Gubernur BI untuk sementara waktu secara otomatis diemban oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Gubernur BI hingga Presiden menetapkan gubernur definitif dan disetujui oleh DPR.
Profil Singkat Destry Damayanti:
- Masa Jabatan: Menjabat Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan diperpanjang untuk periode kedua (2024–2029) berdasarkan Keppres No. 74/P Tahun 2024.
- Latar Belakang Pendidikan: Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia dan Master of Science dari Cornell University, AS.
- Pengalaman Karir: Mantan Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Ketua Satgas Ekonomi Kementerian BUMN, serta Anggota Dewan Komisioner LPS (2015–2019).
Respon Pasar dan Ketahanan Ekonomi Nasional
Pengunduran diri Perry Warjiyo cukup mencuri perhatian para pelaku pasar dan investor karena terjadi di tengah dinamika ekonomi global serta tantangan stabilitas nilai tukar rupiah.
Menanggapi hal tersebut, Destry Damayanti menegaskan bahwa Bank Indonesia akan tetap fokus menjalankan fungsi utamanya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memelihara stabilitas sistem keuangan.
Pemerintah juga memastikan sinergi dan koordinasi antarlembaga tetap berjalan solid:
1. Bank Indonesia (Moneter): Menjaga kestabilan nilai tukar dan inflasi.
2. Kementerian Keuangan (Fiskal): Menjaga kesehatan dan kestabilan anggaran negara.
Jajaran Deputi Gubernur BI Saat Ini
Berikut adalah jajaran Deputi Gubernur Bank Indonesia yang mendampingi transisi kepemimpinan ini:
1. Destry Damayanti (Deputi Gubernur Senior / Pjs. Gubernur)
2. Aida S. Budiman (Deputi Gubernur)
3. Filianingsih Hendarta (Deputi Gubernur)
4. Ricky Perdana Gozali (Deputi Gubernur)
5. Thomas Djiwandono (Deputi Gubernur)
Proses penunjukan gubernur definitif baru oleh Presiden Prabowo Subianto yang dilanjutkan dengan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR diprediksi menjadi fokus utama pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan untuk memastikan arah kebijakan moneter nasional tetap independen dan konsisten. (Tita Aurelia Pitaloka)
Editor : Bahana.