Bantul Konser 2026 Bikin UMKM Ketiban Rezeki, Omzet Pedagang Naik hingga Jutaan Rupiah

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:03 WIB
Bantul Konser 2026 di Stadion Sultan Agung (SSA), Senin (10/8) malam. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Bantul Konser 2026 di Stadion Sultan Agung (SSA), Senin (10/8) malam. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL – Dentuman musik dari panggung Bantul Konser 2026 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Senin (10/8/2026) malam, bukan hanya menghadirkan hiburan bagi ribuan masyarakat. Di balik kemeriahan konser, ada geliat ekonomi yang ikut bergerak.

Kerumunan penonton menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kecil yang membuka lapak di sekitar stadion. Pedagang makanan dan minuman, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi hingga pengelola parkir ikut menikmati derasnya arus masyarakat yang datang.

Bagi mereka, konser yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bantul itu bukan sekadar sebuah pertunjukan musik. Ada peluang untuk menambah pemasukan di tengah ramainya pengunjung.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, penyelenggaraan kegiatan seni seharusnya tidak berjalan sendiri. Industri kreatif dan aktivitas ekonomi masyarakat perlu mendapatkan ruang yang sama agar sebuah kegiatan publik memberikan manfaat lebih luas.

Baca Juga: Gelombang Tinggi 5 Meter Hantam Pantai Trisik Kulon Progo, Enam Bangunan Rusak dan Warga Mulai Mengungsi

Menurut Halim, panggung seni dapat menjadi salah satu penggerak roda perekonomian daerah. Ketika masyarakat berkumpul untuk menikmati hiburan, berbagai sektor usaha di sekitarnya ikut mendapatkan kesempatan untuk tumbuh.

“Ini bentuk nyata dari upaya kita bersama untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bantul,” ujar Halim saat memberikan sambutan dalam Bantul Konser 2026 di SSA Bantul.

Karena itu, Halim mengajak masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati penampilan para musisi. Ia meminta penonton turut memberikan dukungan kepada pelaku UMKM lokal dengan membeli produk yang mereka jajakan di sekitar lokasi konser.

Ajakan tersebut sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi pedagang kecil. Setiap transaksi yang terjadi di tengah keramaian konser menjadi tambahan pendapatan bagi keluarga mereka.

Baca Juga: Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Chocó Colombia: 47 Orang Tewas, Operasi Pencarian Korban Masih Berlangsung di San José del Palmar

“Mari kita nikmati musiknya, tetapi jangan lupa beli dan borong produk-produk UMKM lokal kita yang berjualan di sekitar area acara,” katanya.

Musisi Lokal Bantul Unjuk Kemampuan

Selain membawa dampak ekonomi, Bantul Konser 2026 juga menjadi panggung bagi talenta lokal. Pemerintah Kabupaten Bantul sengaja memberikan ruang kepada musisi yang berasal dari daerah tersebut untuk tampil di hadapan masyarakat.

Sejumlah nama yang tampil antara lain NDX AKA dan Ndarboy. Keduanya merupakan bagian dari deretan musisi yang lahir dan berkembang dari Bantul.

Baca Juga: Sultan HB X Soroti Anggaran Pemkab di DIY: Jangan Boros, Ujungnya Masyarakat yang Menanggung

Halim menilai potensi seni dan kreativitas anak muda Bantul sangat besar. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan para seniman memiliki ruang untuk memperlihatkan karya sekaligus memperoleh apresiasi dari masyarakat.

Bagi Halim, musik tidak berhenti sebagai hiburan. Musik juga menjadi bagian dari identitas dan ekspresi masyarakat Bantul.

Melalui panggung seperti Bantul Konser 2026, talenta lokal diharapkan semakin percaya diri menunjukkan kemampuan mereka. Bahkan, Halim ingin membuktikan bahwa musisi Bantul mampu bersaing dengan nama-nama besar di tingkat nasional.

“Kita ingin membuktikan potensi anak-anak muda dan para seniman musik di Bantul tidak kalah hebatnya dengan musisi tingkat nasional,” tuturnya.

Baca Juga: Audit Investigasi Eks Lurah Garongan Kulon Progo Ungkap Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan Wewenang

Di sisi lain, manfaat konser benar-benar dirasakan pedagang. Yuliana, 44, salah seorang pelaku UMKM yang berjualan di sekitar SSA, mengaku pendapatannya melonjak dibandingkan hari biasa.

Keramaian penonton membuat dagangannya lebih banyak diburu. Jika pada hari biasa omzetnya masih berada di kisaran ratusan ribu rupiah, pada malam konser angkanya bisa menembus jutaan rupiah.

“Biasanya omzet hanya ratusan ribu, sekarang bisa sampai jutaan,” ungkap Yuliana.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa sebuah gelaran hiburan dapat memiliki efek berantai. Musik menghidupkan panggung, sementara kerumunan penonton ikut menghidupkan lapak-lapak kecil di sekitarnya.

Bantul Konser 2026 akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan melalui suara musik dan kemeriahan panggung. Bagi para pelaku UMKM, malam itu juga membawa harapan baru: bahwa keramaian dapat berubah menjadi rezeki dan kegiatan seni bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Ancaman Karhutla di Kulon Progo Meningkat, 300 Personel Disiagakan Hadapi Kemarau Panjang hingga Awal 2027

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Bantul Konser 2026 UMKM Bantul Hari Jadi Bantul Ekonomi Kreatif Bantul stadion sultan agung