Prabowo Dorong Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa DP, Ini Skema yang Disiapkan

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Presiden Prabowo menyaksikan berbagai produk motor listrik
Presiden Prabowo menyaksikan berbagai produk motor listrik

Presiden Prabowo Subianto mendorong agar motor listrik nasional semakin mudah dijangkau masyarakat. Salah satu opsi yang tengah diupayakan pemerintah adalah pembelian motor listrik dengan skema uang muka atau down payment (DP) nol persen.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Peluncuran MoLiNas berlangsung di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengapresiasi industri dalam negeri yang sejauh ini telah mampu memproduksi sekitar 20.000 unit motor listrik.

Menurut Prabowo, capaian itu perlu terus ditingkatkan. Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas produksi nasional.

Baca Juga: Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026, Pesta Balap Istimewa, Vario Evo 160 Kebanggaan Baru di Lintasan AHDC

Presiden bahkan mendorong peningkatan produksi dari 20.000 unit menjadi 200.000 unit, sebelum diarahkan menuju kapasitas 2 juta unit. Untuk mengejar target tersebut, Prabowo meminta Danantara ikut memperkuat pengembangan industri motor listrik nasional.

Pemerintah berharap peningkatan kapasitas produksi tersebut dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.

Dorong Cicilan Ringan dan DP 0 Persen

Salah satu perhatian Prabowo dalam pengembangan MoLiNas adalah aspek harga dan pola pembiayaan. Presiden meminta bunga cicilan motor listrik dapat ditekan agar masyarakat tidak terlalu terbebani ketika ingin memiliki kendaraan listrik.

Selain bunga yang lebih ringan, pemerintah juga mengupayakan skema pembelian dengan uang muka atau DP nol persen.

Namun, skema DP 0 persen bukan berarti masyarakat bisa mendapatkan motor listrik secara cuma-cuma. Mekanisme tersebut merupakan pola pembiayaan kredit yang tidak mewajibkan pembeli mengeluarkan uang muka pada awal transaksi.

Harga kendaraan tetap harus dibayarkan melalui cicilan sesuai ketentuan lembaga pembiayaan. Sementara mekanisme penerapan, persyaratan, tenor, hingga besaran bunga masih menunggu aturan dan penerapan resmi dari pihak terkait.

Ada Gagasan Tukar Tambah Motor Lama

Selain skema pembiayaan tanpa uang muka, pemerintah juga mempertimbangkan program tukar tambah sebagai alternatif untuk mempercepat peralihan masyarakat dari kendaraan berbahan bakar bensin ke motor listrik.

Melalui skema tersebut, pemilik motor lama nantinya dapat menyerahkan kendaraannya untuk mendapatkan motor listrik baru dengan tambahan pembayaran tertentu.

Gagasan ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus menanggung seluruh biaya pembelian kendaraan baru secara sekaligus.

Bukan Sekadar Soal Kendaraan Listrik

Baca Juga: Tak Sekadar Pencari Kerja, Lilik Dorong Pemuda Sleman Jadi Pencipta Peluang

Pengembangan MoLiNas bagi pemerintah tidak hanya berkaitan dengan menghadirkan kendaraan jenis baru. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Prabowo menilai semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik dapat membantu menekan pengeluaran energi. Di sisi lain, pengembangan industri kendaraan listrik nasional juga diharapkan menjadi salah satu langkah menuju kemandirian energi Indonesia.

Dengan dorongan peningkatan produksi, pembiayaan yang lebih ringan, hingga kemungkinan penerapan DP 0 persen dan tukar tambah, pemerintah berharap motor listrik nasional dapat semakin mudah diakses masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik buatan dalam negeri.



Editor : Bahana.
motor listrik nasional MoLiNas DP 0 persen kendaraan listrik Prabowo Subianto